
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Di tengah hangatnya suasana Ramadan 1447 Hijriah, ratusan paket beras dan takjil dibagikan kepada warga dan pengguna jalan di wilayah Sidoarjo, Minggu (1/3/2026). Aksi sosial tersebut digagas Puteri Kebaya Remaja Jawa Timur 2024, Syakirah Ashillah Leticia Putri, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.
Kegiatan berbagi itu menyasar warga prasejahtera serta para pengendara yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Dengan turun langsung ke lapangan, Syakirah bersama timnya menyapa masyarakat dan membagikan bantuan secara simbolis di sejumlah titik yang ramai dilalui kendaraan.
Kepedulian Puteri Kebaya Remaja Jatim
Syakirah menuturkan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rasa syukurnya atas amanah yang diemban sebagai Puteri Kebaya Remaja Jawa Timur 2024. Ia ingin momentum Ramadan dimanfaatkan untuk menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
“Bulan Ramadan selalu mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap sekitar. Melalui kegiatan sederhana ini, saya berharap bisa berbagi kebahagiaan sekaligus membantu meringankan kebutuhan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Siswi kelas IX SMPN 2 Sidoarjo itu menambahkan, peran duta budaya tidak hanya terbatas pada ajang promosi busana tradisional atau tampil di kegiatan seremonial. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam kebaya sebagai simbol keanggunan dan kelembutan juga harus diwujudkan melalui aksi sosial yang konkret.
“Bagi saya, menjadi Puteri Kebaya Remaja berarti membawa pesan budaya sekaligus nilai kepedulian. Kebaya bukan sekadar busana, tetapi cerminan karakter. Karena itu, saya ingin hadir langsung di tengah masyarakat dan memberi kontribusi nyata,” tuturnya.
Tanamkan Empati
Dukungan penuh datang dari sang ibu, Yulianti Nafidah. Ia mengaku bangga melihat inisiatif putrinya yang memilih mengisi Ramadan dengan kegiatan sosial. Menurutnya, kepedulian tersebut tumbuh dari kebiasaan keluarga yang sejak dini menanamkan nilai empati dan kebersamaan.
“Sebagai orang tua tentu saya bersyukur dan bangga. Sejak kecil kami membiasakan untuk berbagi, dan sekarang Ashillah bisa mengembangkan nilai itu melalui perannya sebagai Puteri Kebaya Jawa Timur. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, tidak hanya saat Ramadan,” ungkapnya.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga yang menerima bantuan tampak antusias dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Syakirah dan timnya.
Momentum Ramadan pun menjadi lebih bermakna, bukan hanya sebagai waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat Sidoarjo.(Azies)
