Kericuhan Demo Pati, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Arah Masjid

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 08 14 at 14.59.39 9165aa81
Potret gas air mata yang ditembakkan polisi ke masjid untuk membubarkan massa. (TikTok @maftukhfitroni)

Pati, Kabarterdepan.com – Kericuhan aksi demonstrasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025), memuncak hingga memicu tembakan gas air mata yang mengenai area Masjid Agung Baitunnur di sebelah barat Alun-Alun Pati.

Masjid tersebut menjadi tempat berlindung sejumlah massa aksi ketika situasi di depan Kantor Bupati Pati semakin memanas.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, para demonstran di dalam masjid tampak berlarian menghindari kepulan asap gas air mata.

Beberapa orang menutupi wajah mereka untuk menghindari paparan, sementara sejumlah lainnya tergeletak karena sesak napas.

Dari informasi yang dihimpun, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, menegaskan bahwa penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur operasional standar (SOP).

“Tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai,” ujarnya.

Kericuhan ini merupakan bagian dari aksi protes warga Pati yang menuntut pelengseran Bupati Pati, Sudewo, menyusul kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.

Insiden tersebut menuai pro dan kontra di media sosial. Sebagian warganet menyayangkan tindakan polisi yang menembakkan gas air mata ke arah rumah ibadah.

“Masjid tempat suci kok malah disemproti gas air mata,” tulis akun @tksingonegoro.

Namun, ada pula yang menilai massa seharusnya tidak memanfaatkan tempat suci untuk berlindung dengan menggunakan alas kaki.

“Apakah adabnya masuk masjid pakai sandal, sepatu, masjid dijadikan tameng pembenaran saat kejadian anarkis,” tulis akun @dzikrian al ghifari. (Riris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page