
Sumatera Utara, Kabarterdepan.com – Jagat media sosial diramaikan oleh kabar pencopotan Kepala Sekolah SDN 050417 Tiga Jumpa, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Tanti Nilawati, yang viral setelah mengunggah video TikTok di lapangan sekolah yang kebanjiran.
Keputusan pencopotan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo menuai pro kontra dari berbagai terutama para orang tua siswa.
Dalam video yang diunggah menampilkan kondisi lapangan sekolah yang tergenang banjir usai hujan deras.
Tindakan tersebut rupanya dianggap mencoreng nama baik institusi pendidikan dan menjadi dasar pencopotan dirinya dari jabatan kepala sekolah.
Namun, tindakan tersebut justru memicu gelombang simpati dan dukungan terhadap Tanti Nilawati. Ketua Komite SDN 050417 Tiga Jumpa, bersama sejumlah orang tua siswa, telah mendatangi langsung Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Karo untuk menyerahkan surat permohonan pembatalan pencopotan.
“Selama saya menjadi kepala sekolah di sini, sebenarnya beberapa tahun terjadi banjir, karena kalau hujan deras memang lapangan ini banjir dan masuk ke sekolah. Sudah kami lakukan bersama anak-anak, gotong royong,” ujar Tanti Nilawati dalam pernyataan yang dikutip dari akun Facebook Pelita Moland Ginting, Senin (19/5/2025).
Sejumlah komentar dari warganet pun membanjiri media sosial, menunjukkan pro dan kontra terhadap keputusan pencopotan tersebut.
“Kami keberatan, Min, sebagai orang tua murid. Banyak sekali perubahan baik yang sudah terjadi di sekolah ini sejak beliau jadi kepala sekolah, bahkan anak saya sendiri merasakannya. Gara-gara TikTok itu beliau malah dicopot. Kami benar-benar tidak terima. Soalnya video TikTok itu dibuat bukan saat jam sekolah, tapi setelah pulang sekolah. Anak saya yang masih kelas 3 SD pun tidak setuju kepala sekolahnya diganti,” tulis akun Tika Tarigan yang mengaku sebagai orang tua siswa.
Sebaliknya, ada pula warganet yang menilai tindakan Tanti tidak layak dilakukan oleh seorang kepala sekolah.
“Sudah benar itu dicopot, bukannya fokus cari solusi, malah nunjukin aib sekolah sendiri. Kalau banyak perubahan, kenapa masih kebanjiran? Pemimpin harusnya berkualitas,” kritik akun Anugrah Jaya Abadi.
Namun, tak sedikit pula yang membalikkan kritik pada Dinas Pendidikan itu sendiri.
“Kadis yang sebaiknya dicopot. Tidak becus atasi banjir, kok yang berkinerja baik malah diberhentikan?” tulis akun Keriahenta.
Senada, akun Sitepu Jr menyebut bahwa persoalan banjir di sekolah bukan hal baru dan seharusnya menjadi tanggung jawab pihak berwenang, bukan disalahkan kepada kepala sekolah.
“Air yang tergenang bikin anak-anak nggak bisa upacara. Sebelum video itu diunggah, mungkin sudah ada laporan ke pusat, tapi nggak ditanggapi. Dana masuk juga nggak sesuai kebutuhan,” tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo. (Riris*)
