Pelaku Perundungan Siswa SMP Dipindahkan, Kepala SMP Negeri 1 Blora Angkat Bicara

Avatar of Jurnalis: Ahmad
SMP Negeri 1 Blora, yang berlokasi di jalan Dr. Sutomo , Blora. (Rengga/kabarterdepan.com) 
SMP Negeri 1 Blora, yang berlokasi di jalan Dr. Sutomo , Blora. (Rengga/kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com – Upaya mediasi antara pihak sekolah, orang tua korban, dan orang tua pelaku kasus perundungan di salah satu SMP di Kabupaten Blora akhirnya membuahkan kesepakatan. Pihak keluarga pelaku utama dan provokator bersedia memindahkan anak mereka ke sekolah lain.

Kepala SMP Negeri 1 Blora, Ainur Rofiq menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara sukarela tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.

“Ini tadi sudah mediasi dan sudah ada kata sepakat. Jadi, orang tua si pihak pelaku utama dan provokator utama dengan rela dan tanpa paksaan memindahkan putranya. Dari pihak orang tua korban minta supaya pelaku utama dan provokator utama dipindahkan, dan itu sudah disepakati,” ujarnya.

Dalam kasus tersebut, pelaku dan provokator diketahui berasal dari dua tingkatan kelas berbeda.

“Pelaku dan provokatornya kelas VII dan kelas IX, kemudian korbannya kelas VIII,” tambahnya.

Kepala SMP Negeri 1 Blora

Kepala sekolah turut menyampaikan permohonan maaf atas insiden perundungan yang melibatkan para siswanya.

Ia mengaku prihatin sekaligus menyesalkan peristiwa tersebut bisa terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter.

“Saya mohon maaf bagi masyarakat Blora karena terjadi peristiwa seperti itu. Saya juga sangat prihatin karena kejadian itu. Istilahnya pendampingan kami pada anak tidak pernah habis, namun masih saja kecolongan seperti itu,” ucapnya dengan nada haru.

Ia menegaskan, pihak sekolah akan memperkuat sistem pembinaan serta pengawasan terhadap perilaku siswa, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Selain itu, kerja sama dengan orang tua dan pihak kepolisian akan terus ditingkatkan dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi seluruh peserta didik.

 

Sejarah Bangunan dan Pendirian SMPN 1 Blora

Sejarah SMP Negeri 1 Blora memiliki dua lini waktu yang berbeda, yaitu usia bangunan fisik dan tanggal pendirian administratif sekolah sebagai SMP.

1. Usia Bangunan (Era Kolonial)

Bangunan yang kini ditempati oleh SMPN 1 Blora diperkirakan sudah didirikan jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, yaitu sekitar tahun 1930-an pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

  • Fungsi Awal: Bangunan ini dulunya difungsikan sebagai fasilitas pendidikan untuk masyarakat, terutama komunitas bangsa Eropa yang tinggal di Blora. Bentuk arsitekturnya yang khas, dengan pintu dan jendela besar serta atap tinggi, mencerminkan gaya bangunan Eropa pada masa itu.
  • Status Cagar Budaya: Karena nilai sejarah dan arsitekturnya, bangunan SMPN 1 Blora saat ini telah terdaftar sebagai Cagar Budaya.

2. Tanggal Pendirian Resmi (Era Kemerdekaan)

Secara administratif, sekolah ini mulai berdiri dan diakui sebagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tanggal: 1 April 1946

Tanggal ini menjadi Hari Ulang Tahun resmi SMPN 1 Blora, yang menunjukkan bahwa sekolah ini didirikan pada masa-masa awal setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

3. Tokoh yang Terkait dengan Pendidikan Awal di Blora

Meskipun informasi spesifik mengenai tokoh pendiri langsung SMPN 1 Blora pada tahun 1946 setelah menjadi sekolah negeri agak terbatas dalam sumber publik, sejarah pendidikan di Blora dan tokoh-tokohnya sangat erat.

Salah satu tokoh pendidikan yang sangat penting dan berpengaruh di Blora pada era sebelum kemerdekaan adalah:

  • Mastoer (Ayah Pramoedya Ananta Toer): Beliau adalah seorang guru dan tokoh pergerakan pendidikan. Mastoer memimpin sebuah sekolah swasta di Blora (Institut Budi Oetomo) yang merupakan sekolah pribumi “hit” pada zamannya. Meskipun ini bukan secara langsung SMPN 1 Blora, peran Mastoer sangat besar dalam memajukan pendidikan di Blora pada era kolonial (sekitar tahun 1922) sebelum bangunan sekolah tersebut dialihfungsikan menjadi SMP negeri.

Secara garis besar, SMPN 1 Blora adalah lembaga pendidikan modern yang lahir dari warisan bangunan kolonial dan berkembang pesat di era awal kemerdekaan, menjadikannya salah satu sekolah bersejarah di Jawa Tengah.

Salah satu alumni yang cukup dikenal dan saat ini menjabat sebagai pejabat tinggi di Kabupaten Blora adalah Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si, ia merupakan alumni SMPN 1 Blora. Arief Rohman sering menunjukkan perhatian dan keterlibatannya terhadap perkembangan sekolah, termasuk dalam isu-isu sosial yang melibatkan siswa. Berdasarkan riwayat pendidikan yang tercatat, Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., bersekolah di SMP Negeri 1 Blora pada periode:

  • Tahun Masuk: 1992
  • Tahun Lulus (Alumni): 1995

Setelah lulus dari SMPN 1 Blora pada tahun 1995, beliau melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 Blora dan lulus pada tahun 1998.

(Rga)

Responsive Images

You cannot copy content of this page