
Otomotif, Kabarterdepan.com – Saat mudik, mesin mobil Anda tidak bekerja dalam kondisi normal. Ia membawa beban penuh penumpang, bagasi yang sesak, dan harus merayap di kemacetan berjam-jam di bawah terik matahari.
Dalam kondisi stop-and-go, aliran udara alami dari depan mobil sangat minim, sehingga mesin sepenuhnya bergantung pada sistem pelumasan dan pendinginan internal.
Oleh karena itu, bagian kendaraan yang harus dicek agar mudik aman bukan hanya soal ban, tapi bagaimana memastikan “darah” (oli) dan “keringat” (coolant) mesin bersirkulasi dengan sempurna.
Bagian Kendaraan yang Harus Dicek
1. Oli Mesin: Darah Kehidupan yang Tak Boleh “Kotor”
Banyak orang berpikir, “Ah, olinya baru diganti 3 bulan lalu, masih aman.” Tunggu dulu. Cek dipstick oli kendaraan Anda sekarang. Jika warnanya sudah hitam pekat atau levelnya berada di bawah garis Low, segera lakukan penggantian atau penambahan.
Oli baru memiliki kemampuan membuang panas yang jauh lebih baik daripada oli lama yang sudah terkontaminasi deposit karbon.
Ingat, saat macet total, oli adalah komponen utama yang menjaga piston tidak memuai dan mengunci (gym). Mengganti oli sebelum mudik adalah investasi termurah untuk menghindari turun mesin yang biayanya puluhan juta rupiah.
2. Filter Oli: Ginjal Mesin yang Sering Dilupakan
Mengganti oli tanpa mengganti filternya ibarat Anda mandi tapi memakai baju kotor lagi. Filter oli bertugas menyaring gram besi dan kotoran hasil gesekan mesin.
Jika filter tersumbat, aliran oli ke komponen vital seperti camshaft akan terhambat. Pastikan filter oli diganti berbarengan dengan oli mesin agar sirkulasi pelumasan tetap bersih dan lancar.
3. Sistem Pendingin: Penjaga Suhu dari “Demam” Tinggi
Penyebab nomor satu mobil mogok di jalur mudik adalah overheat. Periksa tabung reservoir radiator Anda. Pastikan airnya berada di batas Full.
Sangat disarankan menggunakan radiator coolant berkualitas, bukan air keran biasa. Mengapa? Air keran mengandung mineral yang memicu karat dan memiliki titik didih lebih rendah, sehingga lebih cepat menguap dan menimbulkan kerak yang menyumbat jalur pendinginan.
Jangan lupa cek juga kondisi selang-selang karetnya. Tekan sedikit dengan tangan; jika terasa keras, retak, atau justru terlalu lembek (seperti jeli), segera ganti. Selang yang getas sangat rentan pecah saat terkena tekanan tinggi di perjalanan jauh.
4. Filter Udara: Napas yang Plong Membuat Irit BBM
Mudik identik dengan pengeluaran bensin yang membengkak. Salah satu cara menjaga efisiensi adalah dengan memastikan “napas” mesin tetap bersih. Buka boks filter udara dan lihat kondisinya.
Jika sudah hitam tertutup debu, mesin akan bekerja lebih keras menyedot udara, yang berujung pada konsumsi BBM yang boros dan tenaga yang loyo saat menanjak.
5. Kipas Pendingin (Extra Fan)
Ini adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Saat mobil diam di kemacetan, kipas inilah yang mendinginkan radiator. Cara ceknya mudah: nyalakan mesin dan AC, lalu lihat apakah kipas berputar kencang.
Jika putarannya lemah atau terdengar suara kasar, segera bawa ke bengkel. Kipas yang mati di tengah kemacetan adalah tiket instan menuju mesin berasap.

Deteksi Dini: Cek Lantai Garasi Anda
Sebelum berangkat, coba parkirkan mobil di tempat yang bersih selama semalam. Pagi harinya, cek apakah ada tetesan cairan di bawah kolong mesin.
Tetesan oli biasanya berwarna hitam atau cokelat pekat, sedangkan kebocoran pendingin biasanya berwarna hijau atau merah (sesuai warna coolant). Menemukan kebocoran di garasi jauh lebih baik daripada menemukannya di tengah hutan saat malam hari.
Memastikan seluruh bagian kendaraan yang harus dicek agar mudik aman di sektor mesin akan memberikan Anda ketenangan batin (peace of mind).
Anda bisa fokus menikmati perjalanan dan bercengkerama dengan keluarga, tanpa perlu waswas melihat jarum temperatur mesin naik turun. (Rawi)
