Kenali Diri Sendiri, Inilah 7 Indikator untuk Deteksi Kesehatan Tubuh

Avatar of Redaksi
IMG 20241210 WA0002 scaled
Ilustrasi wanita sedang mengukur lingkar pinggangnya (Freepik)

Kesehatan, Kabarterdepan.com – Benar kata pepatah lama lebih baik mencegah daripada mengobati. Seperti datangnya penyakit, jika kita mengidentifikasi beberapa hal sejak dini maka bisa membantu kita mencegah masalah tersebut.

Berikut adalah tujuh indikator penting yang harus diketahui setiap orang untuk membantu mendeteksi kesehatannya.

1. Ukuran Lingkar Pinggang

Satu ukuran bisa berguna untuk memprediksi seberapa parah Anda menderita suatu penyakit yaitu ukuran lingkar pinggang. Lingkar pinggang seseorang menunjukkan jumlah lemak dalam tubuh Anda. Jika Anda memiliki ukuran pinggang lebih dari 35 inci untuk wanita atau 40 inci untuk pria, maka Anda dapat beresiko terkena penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan peningkatan masalah metabolisme lainnya.

2. Kadar Kolesterol

Anda harus mengetahui kadar kolesterol total Anda meliputi high-density lipoprotein (HDL) cholesterol (HDL) dan low-density lipoprotein cholesterol (LDL). LDL adalah nilai paling penting karena bisa memberi tahu tentang risiko terkena penyakit jantung koroner.

Banyak orang dengan LDL tinggi akan diresepkan obat, jika LDL Anda 190 mg/dL atau lebih tinggi dan berusia 40-75 tahun maka beresiko menderita diabetes atau penyakit jantung maupun stroke.

3. Tekanan Darah

Jika Anda memiliki hipertensi atau tekanan darah tinggi, jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah dan seiring waktu dapat merusak dinding pembuluh darah. Hipertensi dapat memicu komplikasi seperti serangan jantung dan stroke sekaligus merusak organ-organ termasuk otak dan ginjal Anda. Itulah mengapa sangat penting untuk memeriksa tekanan darah Anda setidaknya setahun sekali apalagi jika Anda memiliki faktor penyakit genetik yang lebih beresiko tinggi.

Menurut American Heart Association , tekanan darah normal kurang dari 120/80 mmHg. Jika Anda berusia kurang dari 35 tahun maka Anda bisa mulai melakukan perubahan gaya hidup untuk mengurangi resiko hipertensi.

4. Gula Darah

Ada beberapa cara dasar yang dapat dilakukan dokter untuk mengukur gula darah, tetapi sebagian besar bergantung pada tes hemoglobin A1C (HbA1C).

Tes ini mengukur kadar gula darah rata-rata selama dua hingga tiga bulan terakhir dan digunakan untuk mendiagnosis diabetes tipe 2 dan pradiabetes.

Jika hasil pemeriksaan HbA1c Anda antara 5,7% dan 6,4%, berarti memenuhi kriteria pradiabetes sementara jika menunjukkan 6,5% atau lebih berarti Anda didiagnosis menderita diabetes tipe 2.

Kadar gula darah yang melebihi 140–199 mg/dL menandakan kondisi prediabetes sementara kadar gula darah 200 mg/dL atau lebih menandakan diabetes tipe 2.

5. Basal Metabolic Rate (BMR)

BMR mengukur jumlah energi yang dibutuhkan tubuh Anda saat istirahat atau sama dengan menghitung kalori harian yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dibakar saat sistem pencernaan tidak aktif. Kebanyakan orang, aktivitas fisik membutuhkan 20% kalori dari yang dibakar dan 10% kalori untuk pencernaan makanan.

Cara mengukur BMR dapat melalui kalkulator khusus dengan memasukkan umur, berat badan, dan tinggi badan Anda. Misalnya umur 22 tahun, berat badan 45 kg, dan tinggi badan 159 cm maka total BMR yang dibutuhkan.

Dengan mengetahui BMR, Anda dapat menentukan seberapa banyak Anda makan untuk memenuhi kebutuhan dasar tubuh. Dengan begitu, Anda dapat memastikan pola makan yang sesuai dan rutinitas olahraga sesuai kalori yang dibutuhkan agar tidak kelelahan.

6. Kekuatan Otot Tangan

Mengetahui seberapa besar kekuatan tangan dan lengan bawah menjadi indikator penting untuk diketahui seiring bertambahnya usia karena kekuatan otot tangan dapat dikaitkan dengan indikasi adanya penyakit diabetes dan penyakit jantung.

Pemeriksaan kekuatan otot tubuh ini menurut rekomendasi ahli dilakukan di usia 30 an.

Selain itu, untuk meningkatkan kekuatan otot tangan lakukan latihan beban dan latihan ketahanan di rumah.

7. Kadar Vitamin D

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh Anda untuk mengubah sinar matahari menjadi vitamin D menurun. Penting juga untuk mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh karena vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin D akan tersimpan dalam jaringan lemak.

Vitamin D berperan penting dalam menjaga tulang tetap kuat dan membantu mencegah osteoporosis, serta dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Jika Anda mengalami gejala seperti kelelahan, nyeri tulang, atau kelemahan otot itu tandanya Anda kekurangan vitamin D. Untuk meningkatkan kadar vitamin D, Anda dapat mengonsumsi Suplemen vitamin D3 atau memperbanyak makan ikan, susu, yogurt, dan telur.

Memantau kesehatan secara mandiri adalah langkah penting untuk mencegah penyakit serius. Dengan memahami indikator-indikator di atas, Anda dapat menjaga tubuh tetap sehat dan segera berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan. Ingat, kesehatan adalah investasi terbaik.

Dengan menjaga kesehatan sejak dini, Anda tidak hanya terhindar dari penyakit tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page