
Kesehatan, Kabarterdepan.com — Rasa gatal di seluruh tubuh sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi indikator berbagai masalah kesehatan, mulai dari reaksi alergi, infeksi jamur, biang keringat, hingga perubahan hormonal atau stres. Namun, bagi penderita diabetes, gatal pada kulit adalah gejala umum yang tidak boleh diabaikan, karena seringkali disebabkan oleh fluktuasi kadar gula darah yang berdampak langsung pada saraf, pembuluh darah, dan kesehatan kulit secara keseluruhan.
Mengenali ciri-ciri gatal akibat diabetes secara dini sangat penting. Hal ini dapat membantu penderita mencegah perkembangan komplikasi kulit yang lebih serius. Berikut adalah lima ciri khas gatal yang sering dialami penderita diabetes, dirangkum dari berbagai sumber kesehatan, Senin (6/10/2025).
5 Ciri Khas Gatal Akibat Diabetes
1. Kulit Kering dan Mengelupas
Salah satu keluhan utama penderita diabetes adalah kulit yang sangat kering, terutama di area tangan dan kaki. Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) dapat merusak pembuluh darah kecil, mengurangi aliran darah ke kulit. Aliran darah yang berkurang menghambat kemampuan kulit untuk menjaga kelembapan alaminya, menyebabkan kulit menjadi kering, pecah-pecah, dan mudah mengelupas. Rasa gatal akan sering menyertai kondisi kekeringan ini.
2. Gatal di Area Lipatan Tubuh
Gatal yang dipicu oleh diabetes seringkali berpusat di area yang lembap dan tersembunyi, seperti ketiak, selangkangan, atau di bawah payudara. Area lipatan ini rentan menjadi sarang infeksi. Kadar gula yang tinggi dalam tubuh menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur (terutama Candida albicans) atau bakteri, yang mana infeksi ini menjadi pemicu utama rasa gatal intens di lipatan kulit.
3. Luka Gatal Sulit Sembuh
Penderita diabetes sering mengalami proses penyembuhan luka yang lambat, bahkan untuk goresan atau luka kecil. Luka yang sulit menutup ini biasanya disertai dengan sensasi gatal yang kuat di sekitar area yang terluka. Kerusakan pada pembuluh darah kecil dan saraf, ditambah dengan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh akibat gula darah tinggi, secara signifikan menghambat kemampuan alami tubuh untuk menyembuhkan jaringan yang rusak.
4. Kulit Gelap dan Bersisik (Acanthosis Nigricans)
Salah satu tanda kulit yang secara langsung berhubungan dengan resistensi insulin adalah Acanthosis Nigricans. Kondisi ini ditandai dengan munculnya kulit yang menghitam, menebal, dan bersisik di lipatan tubuh seperti leher, siku, atau ketiak. Perubahan tekstur dan warna kulit ini seringkali menimbulkan rasa gatal yang mengganggu dan merupakan indikator kuat adanya masalah kontrol gula darah.
5. Infeksi Kulit Berulang
Penderita diabetes memiliki sistem kekebalan tubuh yang cenderung lemah dan kadar glukosa yang tinggi, menjadikannya sangat rentan terhadap infeksi kulit berulang. Infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri (Staphylococcus aureus) maupun jamur (Candida albicans), sering memicu rasa gatal yang intens, disertai gejala lain seperti kemerahan, pembengkakan, atau lecet. Jika gatal terus-menerus disertai infeksi yang kembali muncul, penderita harus segera berkonsultasi untuk penanganan gatal akibat diabetes yang lebih baik.
Mengenali ciri-ciri khas gatal akibat diabetes ini adalah langkah awal penting bagi penderita diabetes dan keluarga untuk segera melakukan pemeriksaan dan penyesuaian gaya hidup guna menjaga kesehatan kulit dan mencegah komplikasi serius. (*)
