
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Di balik gemerlap panggung Grand Final Duta GenRe Kota Mojokerto 2025, berdiri sosok remaja berprestasi yang mampu memikat hati juri dan audiens dengan kecerdasan, kepribadian, dan semangatnya, Maria Grace Mozella.
Gadis berusia 17 tahun ini resmi dinobatkan sebagai Juara 1 Duta GenRe Putri Kota Mojokerto 2025, sebuah pencapaian luar biasa yang dicapai berkat kerja keras dalam setiap langkahnya.
Siapa sebenarnya Maria Grace? Yuk, kita kenalan lebih dekat!
Si Ceria yang Multitalenta
Lahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Maria atau yang akrab dipanggil Grace tumbuh dengan penuh tanggung jawab sebagai kakak bagi dua adik laki-laki kembarnya. Dengan penuh semangat, Grace menyeimbangkan perannya sebagai kakak, pelajar, dan remaja yang aktif berorganisasi. Di tahun 2025 ini, ia akan menginjak usia 17 tahun, sebuah usia penuh potensi dan peluang.
Grace memiliki berbagai hobi yang membentuk kepribadiannya: menyanyi, membaca komik, dan tentu saja, berkumpul serta bersenang-senang bersama teman-temannya. Namun di balik semua keceriaan itu, ia adalah pribadi yang sangat fokus pada pendidikan dan pengembangan diri.
Riwayat pendidikan Grace pun menunjukkan konsistensinya menempuh jalur akademik yang kuat di antaranya TK Katolik Wijana Sejati Kota Mojokerto, SD Katolik Wijana Sejati Kota Mojokerto, SMP Katolik Santo Yusup Kota Mojokerto, dan saat ini, Grace menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto.
Berprestasi di Sekolah dan di Luar Sekolah
Di tengah kesibukannya sebagai pelajar SMA, Grace tetap aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Ia menjadi bagian dari Inscada Choir (Paduan Suara), Harmony Band, English Fighter Club, dan tentu saja PIK-R Inscada Youth Care and Communication yang kemudian menjadi jalannya menuju panggung Duta GenRe.
Keterlibatannya dalam berbagai organisasi ini membentuk karakter Grace menjadi komunikatif, percaya diri, dan mampu beradaptasi di berbagai lingkungan.
Perjalanan Menjadi Duta GenRe
Perjalanan Grace di Duta GenRe dimulai ketika roadshow seleksi diadakan di sekolah-sekolah Kota Mojokerto. Grace berhasil meraih golden ticket saat seleksi di SMA-nya, yang menjadi pintu gerbang untuk mengikuti seleksi tingkat kota.
Dalam tahap seleksi kota, Grace harus bersaing dengan para peserta dari jalur golden ticket maupun jalur umum. Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, akhirnya ia terpilih sebagai salah satu dari 16 finalis atau 8 pasang Duta GenRe Kota Mojokerto 2025.
Seleksi ini tidak hanya berlangsung satu atau dua minggu, tetapi selama tujuh bulan penuh, para finalis diuji dalam berbagai aspek: mulai dari wawasan tentang isu remaja, kepemimpinan, public speaking, hingga kerja tim. Proses panjang ini menjadi ladang pembelajaran sekaligus tempat Grace menempa dirinya.
Tantangan terberat yang ia rasakan adalah konsistensi dalam menjaga sikap, perilaku, serta menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri tanpa membandingkan dengan orang lain, sebuah pelajaran berharga tentang kepercayaan diri dan penerimaan diri.
Momen Tak Terlupakan
Salah satu hal yang paling membekas di hati Grace adalah rasa kekeluargaan yang tumbuh di antara para finalis. Mereka belajar untuk memahami satu sama lain, menurunkan ego, dan mengutamakan kebersamaan. Dari sekadar pesaing, mereka berubah menjadi teman seperjuangan yang saling mendukung.
Bagi Grace, setiap momen yang mereka jalani bersama adalah pelajaran hidup seperti tentang menghargai perbedaan, membangun kerja sama, dan menciptakan ikatan persaudaraan di luar batas kompetisi.
“Bagaimana kita bisa merasakan kekeluargaan dalam setiap moment yang kita lewati, tidak hanya mengikuti ego masing-masing tapi kami juga belajar untuk memahami satu sama lain,” ungkapnya.
Pelajaran Berharga dan Perubahan Hidup
Menjadi Duta GenRe membawa banyak perubahan dalam keseharian Grace. Jika dulu ia hanya fokus pada kegiatan sekolah biasa, kini ia harus beradaptasi dengan berbagai aktivitas di luar rumah, seperti bimbingan, sosialisasi, dan pelatihan. Ia harus sering meninggalkan kelas untuk mengikuti kegiatan, yang tentunya menuntut manajemen waktu yang lebih baik.
Namun, semua itu sebanding dengan manfaat besar yang ia rasakan. Grace belajar untuk mengutamakan kebutuhan bersama di atas kepentingan pribadi, mengenali berbagai isu remaja aktual, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan public speaking.
“Semenjak terpilih menjadi Duta Genre saya juga dapat merasakan kekeluargaan di luar rumah yang terbangun antara sesama finalis,” ujarnya.
Sumber Inspirasi
Bagi Grace, inspirasi terbesar datang dari sahabat-sahabatnya yang luar biasa dalam kemampuan berbicara di depan umum. Kekaguman itu mendorongnya untuk mengembangkan kemampuan serupa, namun dengan tujuan mulia yaitu menggunakan keterampilan public speaking-nya untuk membahas dan mengadvokasi isu-isu remaja.
Duta GenRe menjadi pilihan tepat untuk Maria karena di sinilah ia bisa mengubah mimpi menjadi tindakan nyata. Ia percaya, mimpi tanpa aksi hanya akan menjadi angan-angan semata.
Menginspirasi untuk Menjadi Remaja Berkualitas
Visi Grace sebagai Duta GenRe sangat jelas yakni membawa perubahan bagi remaja dengan menjadi role model penerapan gaya hidup sehat dan produktif, untuk menciptakan remaja yang berkualitas.
Sedangkan misinya antara lain:
- Mengedukasi remaja untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu remaja yang sedang terjadi
- Menginspirasi remaja dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari
- Membawa advokasi sebagai pedoman menuju Generasi Sehat, Indonesia Hebat.
Peduli Isu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Isu remaja yang paling menarik perhatian Grace adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia menyoroti maraknya perilaku tidak sehat di kalangan remaja, seperti konsumsi junk food berlebihan yang berisiko menimbulkan obesitas dan penyakit lainnya.
Sebagai bentuk kontribusinya, Grace berencana menggencarkan sosialisasi tentang PHBS kepada remaja, agar kesadaran tentang pentingnya gaya hidup sehat semakin meningkat.
Harapan Besar
Menatap masa depan, Grace memiliki harapan yang besar. Ia mengajak seluruh remaja untuk memulai perubahan dari diri sendiri. Karena menurutnya, remaja hari ini adalah pemimpin masa depan Indonesia, terutama saat negara ini menuju Indonesia Emas 2045.
“Mari kita mulai dari diri sendiri untuk membawa perubahan yang lebih besar bagi generasi penerus bangsa, karna kita adalah generasi yang digadangkan menjadi pemimpin pada Indonesia Emas 2045,” pungkasnya dengan penuh semangat.
Tentang Duta GenRe
Program Duta GenRe (Generasi Berencana) merupakan bagian dari inisiatif nasional yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini bertujuan untuk mencetak remaja yang mampu menjadi teladan dalam penerapan pola hidup sehat, produktif, serta memiliki perencanaan masa depan yang matang.
Duta GenRe dipilih melalui seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Mereka diharapkan mampu mengedukasi teman sebaya terkait pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, serta bahaya seks bebas dan HIV/AIDS.
Sebagai Duta GenRe, remaja terpilih bertugas untuk menjadi role model dalam menerapkan pola hidup sehat, menghindari perilaku berisiko seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, serta mengampanyekan pentingnya perencanaan pendidikan, karier, dan keluarga.
Dengan membawa semangat perubahan, Duta GenRe berkomitmen menjadi motor penggerak lahirnya Generasi Emas 2045, selaras dengan visi Indonesia untuk menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global. (Tim Redaksi)
