Kematian Akibat DBD di Kabupaten Tulungagung Meningkat, Begini Respon Dinkes

Avatar of Redaksi
IMG 20250221 WA0096
Pencegahan dbd melalui fogging. (Abang Agus Faisal/kabarTerdepan.com)

Tulungagung, kabarTerdepan.com- Jumlah kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tulungagung meningkat.

Di periode sebelumnya di bulan yang sama, hanya 1 korban meninggal dunia, kini 4 orang meninggal dunia di usia anak-anak.

Kabid Pengendalian dan Penularan Penyakit, Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Kusuma Wardhani, mengatakan bahwa selama bulan Februari pada minggu ke-7, ditemukan kematian sebanyak 4 kasus.

“Jadi sejak bulan Januari hingga sekarang, total kasus DBD sebanyak 198 kasus yang meninggal 4 orang,” kata Desi pada Jumat (21/2/2025).

Desi mengaku bahwa di tahun sebelumnya, tingkat penularan DBD lebih rendah jika dibandingkan tahun ini yang lebih tinggi.

“Kita harus waspada dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan DBD,” ujar Desi.

Upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Tulungagung untuk mengatasi penularan DBD adalah melakukan Penyelidikan Epidemiologi terkait kematian DBD.

“Jadi nantinya ada audit dan melalui prosedur terkait kematian DBD. Kalau secara medis lebih konsul ke spesialis anak, namun non-medis upayanya yakni melakukan fogging,” ujar Desi.

Desi juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan DBD dengan melakukan beberapa langkah pencegahan, seperti menguras bak mandi dan tempat penampungan air, membuang sampah yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, dan menggunakan obat nyamuk.

“Kita harus bekerja sama untuk mengatasi penularan DBD. Mari kita jaga kesehatan kita dan keluarga kita,” ujar Desi.

Dengan demikian, diharapkan penularan DBD dapat dicegah dan dikurangi, sehingga tidak ada lagi korban meninggal dunia akibat penyakit ini. (Anang Agus Faisal)

Responsive Images

You cannot copy content of this page