
Sidoarjo, Kabartersepan.com – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Sidoarjo kembali memantik keprihatinan. Dalam rentang waktu yang berdekatan, dua insiden kerusakan bangunan sekolah terjadi, mulai dari ambruknya atap ruang kelas SMP di wilayah Gedangan hingga kerusakan berat empat ruang kelas SD akibat serangan rayap.
Peristiwa terbaru terjadi pada Jumat sekitar pukul 09.00 WIB, ketika atap ruang kelas 9B di salah satu SMP di Kecamatan Gedangan runtuh.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena ruangan sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejak satu bulan terakhir.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Endik Budiono, mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya telah teridentifikasi jauh sebelum insiden terjadi.
“Kondisinya sudah kami amati sejak sekitar dua bulan lalu. Atap terlihat melengkung dan tidak presisi seperti biasanya. Setelah kami periksa bagian dalamnya, struktur kayu di wuwung ternyata sudah banyak dimakan rayap,” jelas Endik.
Menurutnya, pihak sekolah segera mengambil langkah antisipatif dengan mengosongkan ruang kelas tersebut demi menghindari risiko terhadap siswa. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan potensi bahaya yang bisa muncul sewaktu-waktu.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Karena indikasi kerusakan cukup serius, satu bulan lalu kelas 9B sudah kami pindahkan. Ternyata benar, atapnya akhirnya roboh,” ujarnya.
Pasca kejadian, puluhan siswa kelas 9B kini menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruang Laboratorium IPA. Meski proses pembelajaran tetap berjalan, kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk aktivitas harian.
“Anak-anak sementara belajar di Lab IPA. Secara fungsi tentu berbeda dengan ruang kelas reguler, baik dari sisi kenyamanan maupun fasilitas meja kursi,” tambahnya.
Bangunan sekolah yang diperkirakan telah berusia lebih dari 15 tahun itu kini menunggu penanganan lebih lanjut. Pihak sekolah berharap ada percepatan perbaikan atau revitalisasi agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.
Tak hanya di tingkat SMP, persoalan serupa juga ditemukan di salah satu sekolah dasar di Sidoarjo. Empat ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat rayap yang menggerogoti struktur bangunan.
DPRD Sidoarjo Tinjau Lokasi

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi, menilai kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera.
“Kami melihat sendiri kerusakannya cukup parah. Struktur bangunan di empat kelas sudah terdampak rayap. Ini tentu berisiko bagi keselamatan siswa dan tenaga pendidik jika tidak segera diperbaiki,” tegas Warih, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, proses renovasi melalui APBD tahun ini menghadapi kendala administratif karena keterlambatan pengusulan anggaran. Sementara melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), ruang fiskal dan waktu pelaksanaan dinilai terbatas untuk pembangunan fisik berskala besar.
“Kalau mengandalkan PAK, waktunya sangat sempit untuk pekerjaan fisik yang signifikan. Karena itu kami sedang mencari alternatif solusi,” ujarnya.
Salah satu langkah yang tengah dijajaki adalah membuka komunikasi dengan DPR RI untuk kemungkinan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar renovasi bisa dipercepat pada 2026. Namun jika skema tersebut belum terealisasi, perbaikan kemungkinan baru dapat dilakukan melalui APBD murni tahun 2027.
“Kami mencoba berkoordinasi dengan DPR pusat untuk melihat peluang percepatan. Tapi jika belum memungkinkan, opsi realistisnya melalui APBD murni 2027,” jelasnya.
Sembari menunggu kepastian anggaran, DPRD telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo, khususnya Bidang Sarana dan Prasarana, untuk memastikan langkah darurat dilakukan.
“Yang utama sekarang adalah aspek keselamatan. Kami sudah berdiskusi dengan Kabid Sarpras Dikbud agar siswa di kelas terdampak tetap bisa belajar dengan aman sembari menunggu solusi permanen,” pungkas Warih. (Azies)
