Kejutan Lokal Budaya di Mojokerto yang Bikin Kamu Terkesima

Avatar of Jurnalis: Cak Rawi
Kirab budaya dalam ruwat desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (3/3/2024). (Erix/kabarterdepan.com)
Kirab budaya dalam ruwat desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (3/3/2024). (Erix/kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Sejarah Kota Mojokerto erat kaitannya dengan pusat pemerintahan Majapahit di Trowulan. Kawasan ini menyimpan candi, kolam, dan struktur-permilitan urban yang menunjukkan kebesaran peradaban Jawa kuno.

Museum dan situs lapangan di Trowulan sering menjadi titik awal terbaik untuk memahami sejarah setempat — koleksi artefak dan tata letak kota kuno membantu pengunjung membayangkan kehidupan Majapahit.

Sejarah Kota Mojokerto bukan sekadar catatan arkeologis; ia menjadi fondasi identitas lokal dan sering hadir dalam ritual, perayaan, serta pelestarian kesenian tradisional.

Seni Budaya di Mojokerto

Potensi seni apa yang paling khas di daerah Mojokerto, Apa yang terkenal di Mojokerto, Seni budaya di Mojokerto

  • Potensi seni apa yang paling khas di daerah Mojokerto: Kesenian tradisional terkait Majapahit (seperti pertunjukan wayang dan tari-tarian lokal yang mengangkat cerita-cerita epik), kerajinan gerabah dan relief batu, serta motif batik dan ukiran lokal. Banyak komunitas seni di sekitar Trowulan dan pusat kota yang melestarikan tari-tarian serta musik gamelan untuk upacara adat dan acara publik.
  • Apa yang terkenal di Mojokerto: Selain situs Majapahit, Mojokerto dikenal dengan komunitas budaya yang aktif, festival lokal, dan kuliner tradisional. Titik-titik sejarah menjadi magnet wisata budaya.
  • Seni budaya di Mojokerto berkembang dari perpaduan tradisi agraris dan warisan keraton; misalnya, event budaya biasanya menampilkan tari, wayang, dan pameran artefak lokal.

Praktisnya: jika Anda ingin menyaksikan seni tradisional, cari jadwal pertunjukan di Museum Majapahit atau acara festival lokal di Trowulan — sering ada pementasan yang ramah wisatawan.

Sumber untuk konteks sejarah dan situs: Situs Trowulan – Budaya Indonesia dan artikel penelitian terkait potensi wisata budaya di Trowulan.

Pakaian Adat dan Rumah Tradisional

Pakaian adat Mojokerto, Rumah Adat Mojokerto

  • Pakaian adat Mojokerto: Secara budaya Mojokerto mengikuti tradisi Jawa Timur; pakaian upacara biasanya berupa batik lokal, kebaya untuk perempuan, dan beskap atau blangkon untuk laki-laki pada acara formal. Motif batik dan hiasan yang digunakan dapat terinspirasi dari motif klasik Majapahit atau simbol-simbol lokal.
  • Rumah Adat Mojokerto: Tidak ada satu “rumah adat” khusus yang tercatat secara formal seperti di beberapa daerah lain (misal rumah Joglo di Jawa Tengah), tetapi arsitektur tradisional penduduk setempat mencerminkan gaya Jawa Timur yang adaptif terhadap iklim dan kegiatan agraris — penggunaan kayu, atap genteng, dan teras sebagai ruang sosial. Situs-situs arkeologis di Trowulan juga memperlihatkan bentuk-bentuk bangunan tradisional kuno yang menjadi rujukan estetika lokal.

Penjelasan ini membantu wisatawan memahami bagaimana pakaian dan hunian tradisional hadir dalam konteks upacara dan kehidupan sehari-hari.

IMG 20231111 WA0052
Kirab Budaya Majapahit di Kota Mojokerto, Jumat (10/11/2023). (Erix/KabarTerdepan)

Ciri Khas Budaya di Mojokerto

Ciri khas Kota Mojokerto terlihat pada beberapa aspek:

  1. Warisan Majapahit yang nyata — situs, artefak, dan narasi sejarah yang kuat.
  2. Kebiasaan komunitas yang memadukan ritual agraris, upacara adat, dan kesenian panggung (wayang, tari, gamelan).
  3. Kerajinan lokal yang memanfaatkan bahan batu, gerabah, dan tekstil dengan motif tradisional.
  4. Tradisi kuliner yang menyertai perayaan budaya lokal — makanan tradisional sering disajikan dalam ritual dan festival.
  5. Semangat pelestarian yang tumbuh melalui museum, kelompok seni, dan pelaksanaan festival sejarah.

Ciri khas tersebut membuat Mojokerto mudah dikenali: bukan hanya sebagai lokasi arkeologi, tetapi sebagai ruang hidup budaya yang terpelihara.

 

Daftar Lokasi Budaya di Mojokerto + link Google Maps

Berikut daftar tempat penting yang merepresentasikan budaya di Mojokerto beserta link pencarian Google Maps. Cocok untuk referensi wisata budaya atau riset ringan — semuanya ditulis agar memudahkan klik langsung ke peta. (Catatan: link memakai format pencarian Google Maps sehingga akan menampilkan hasil dan lokasi terkait.)

1. Museum Majapahit (Museum Trowulan)

Deskripsi: Koleksi artefak Majapahit dan titik awal paling umum untuk memahami sejarah serta budaya di Mojokerto. Google Maps (pencarian): https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Museum+Majapahit+Trowulan

2. Situs Arkeologi Trowulan (kompleks situs Majapahit)

Deskripsi: Kompleks lokasi peninggalan candi, gapura, dan struktur kota kuno yang sangat penting untuk studi sejarah Majapahit. Google Maps (pencarian): https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Situs+Trowulan

(Sumber referensi dasar tentang situs: Situs Trowulan)

3. Gapura Wringin Lawang (Gapura Trowulan)

Deskripsi: Gerbang batu bersejarah yang sering menjadi ikon fotografi Trowulan dan landmark arkeologis. Google Maps (pencarian): https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Gapura+Wringin+Lawang+Trowulan

4. Candi Bajangratu (Bajang Ratu)

Deskripsi: Gapura/candi batu bercorak klasik Majapahit, sering dikunjungi bagi yang tertarik arsitektur kuno Jawa. Google Maps (pencarian): https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Candi+Bajangratu+Trowulan

5. Candi Brahu

Deskripsi: Salah satu candi yang masih terawat di kawasan Trowulan, sering termasuk dalam rute tur arkeologi. Google Maps (pencarian): https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Candi+Brahu+Trowulan

6. Candi Tikus

Deskripsi: Situs kolam/tempat ritual dari era Majapahit — menarik bagi yang ingin melihat fungsi air pada tata kota kuno. Google Maps (pencarian): https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Candi+Tikus+Trowulan

7. Sumur / Candi Jolotundo (Jolotundo)

Deskripsi: Kolam pemandian kuno dengan nilai spiritual dan sejarah; sering dikaitkan ritus-ritus tradisional. Google Maps (pencarian): https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Candi+Jolotundo

8. Alun-Alun Kota Mojokerto

Deskripsi: Pusat kota yang kerap jadi lokasi acara budaya, pameran, dan pentas seni rakyat lokal. Google Maps (pencarian): https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Alun+Alun+Kota+Mojokerto

9. Maha Vihara Mojopahit (Vihara Mojokerto)

Deskripsi: Salah satu vihara besar di Mojokerto yang punya nilai budaya-keagamaan dan arsitektur modern-tradisional. Google Maps (pencarian): https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Maha+Vihara+Mojopahit+Mojokerto

10. Sentra Kerajinan Gerabah / Keramik Trowulan

Deskripsi: Pusat pengrajin gerabah yang meneruskan teknik tradisional; cocok untuk melihat proses pembuatan dan membeli cinderamata. Google Maps (pencarian): https://www.google.com/maps/search/?api=1&query=Sentra+Kerajinan+Gerabah+Trowulan

Patung Budha Tidur di desa Bejijong, kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Erix/kabarterdepan.com)
Patung Budha Tidur di desa Bejijong, kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Erix/kabarterdepan.com)

Cara pakai link:

  • Klik link untuk membuka hasil pencarian di Google Maps. Dari sana Anda bisa melihat alamat lengkap, jam buka (jika tersedia), foto, dan rute dari lokasi Anda.

Rekomendasi rute:

  • Rute budaya yang ringkas: Museum Majapahit → Gapura Wringin Lawang → Candi Bajangratu → Candi Brahu → Candi Tikus → Jolotundo. Cocok untuk satu hari di Trowulan (sesuaikan waktu kunjungan).

Tanya Jawab Budaya di Mojokerto

Q1: Di mana saya bisa melihat artefak Majapahit?

A: Museum Majapahit dan situs Trowulan — lihat referensi Situs Trowulan.

Q2: Adakah festival budaya tahunan?

A: Ya — festival dan pameran lokal sering diadakan oleh pemerintah kabupaten/kota dan komunitas budaya, terutama di sekitar Trowulan.

Q3: Apakah ada tur berpemandu ke situs bersejarah?

A: Banyak pemandu lokal dan biro wisata menawarkan tur sejarah; cek Museum Majapahit untuk info jadwal.

Q4: Bisakah saya belajar membuat kerajinan lokal?

A: Beberapa komunitas kerajinan membuka lokakarya untuk wisatawan — tanyakan di sentra kerajinan setempat.

Q5: Pakaian adat khas apa yang dipakai saat upacara?

A: Biasanya batik formal, kebaya, dan aksesori tradisional Jawa Timur.

Q6: Apakah rumah tradisional bisa dikunjungi?

A: Beberapa rumah tradisional yang dilestarikan dan lokasi arkeologis memungkinkan kunjungan; konfirmasi jam operasional terlebih dahulu.

Responsive Images

You cannot copy content of this page