Kecelakaan Maut KA Penataran, Kasun Tewas di Sidoarjo

Laka KA Penataran
Laka KA Penataran

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Malam di Desa Gelam, Kecamatan Candi, berubah mencekam ketika sebuah mobil yang berhenti di atas rel perlintasan tanpa palang pintu dihantam Kereta Api Penataran jurusan Surabaya–Malang, Jumat (13/2/2026) malam.

Insiden tragis itu merenggut nyawa Heru Siswanto, seorang Kepala Dusun asal Kutorejo, Mojokerto, setelah kendaraan yang dikemudikannya terseret hingga masuk ke sungai.

Baca juga: Pasar Murah Mojokerto Diserbu Warga, Sembako Diburu

KA Penataran Menuju ke Surabaya

Kecelakaan terjadi saat mobil bernomor polisi AG 1157 CW diduga mengalami kendala sehingga berhenti tepat di atas rel. Di tengah situasi panik, kereta dengan lokomotif CC 2061346 melaju dari arah Surabaya dan tak mampu lagi menghindari tabrakan.

Kapolsek Candi, Kompol Septiawan Adi Prihantono, mengungkapkan bahwa sesaat sebelum kejadian, penumpang mobil sempat berusaha menyelamatkan diri.

“Penumpang sebenarnya sudah turun lebih dulu dan sempat meminta korban untuk meninggalkan kendaraan. Namun korban masih mencoba menyalakan mesin mobilnya hingga akhirnya kereta datang dalam jarak yang sudah terlalu dekat,” ujarnya saat di konfirmasi, Sabtu (14/2/2026).

Benturan keras membuat bagian kanan mobil ringsek dan terseret sekitar 100 meter sebelum akhirnya tercebur ke sungai dalam kondisi terbalik. “Korban mengalami luka berat dan sempat mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal dunia,”tambahnya.

Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Buwono, menyampaikan belasungkawa sekaligus mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada saat melintasi perlintasan sebidang.

“Kami turut berduka atas peristiwa ini. Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi aman sebelum melintas, terlebih di perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu,” kata Mahendro.

“Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko di perlintasan tanpa pengaman, serta pentingnya disiplin dan kewaspadaan demi mencegah tragedi serupa terulang,”harapnya.(Azies)

Editor berita: Ririn W.

Responsive Images

You cannot copy content of this page