Kecelakaan Lalu Lintas di Mojokerto Kota Naik Tipis, Korban Meninggal Justru Menurun Tajam

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto menegaskan kecelakaan lalu lintas turun sepanjang tahun 2025. (Redaksi/kabarterdepan.com) 
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto menegaskan kecelakaan lalu lintas naik sepanjang tahun 2025. (Redaksi/kabarterdepan.com) 

Mojokerto, Kabarterdepan.com –

Catatan kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025 di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota menunjukkan tren yang beragam. Jumlah kejadian kecelakaan tercatat mengalami kenaikan tipis.

Namun di sisi lain angka korban meninggal dunia justru mengalami penurunan cukup signifikan. Capaian tersebut disampaikan langsung Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto saat Konferensi Pers Akhir Tahun 2025, Senin (29/12/2025).

363 Kecelakaan Lalu Lintas

AKBP Herdiawan menjelaskan, selama 2025 tercatat sebanyak 363 peristiwa kecelakaan lalu lintas. Angka tersebut meningkat sekitar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 358 kejadian.

“Walaupun jumlah kejadian naik, fatalitas kecelakaan berhasil ditekan. Ini menunjukkan peningkatan kualitas penanganan dan kesadaran berlalu lintas,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada 2025 tercatat sebanyak 48 orang. Jumlah ini turun dari 54 korban pada 2024 atau mengalami penurunan sekitar 11 persen. Penurunan paling signifikan terjadi pada korban luka berat yang anjlok dari 7 orang menjadi hanya 1 orang, atau turun hingga 86 persen.

Sementara itu, jumlah korban luka ringan justru mengalami peningkatan. Pada 2025 tercatat 465 korban luka ringan, naik 7 persen dibandingkan 436 orang pada tahun sebelumnya.

Kerugian Material

Tak hanya dari sisi korban, nilai kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan cukup tajam. Jika pada 2024 kerugian material mencapai Rp 475,8 juta, maka pada 2025 angka tersebut menyusut menjadi sekitar Rp 240 juta atau turun hampir 50 persen.

Dari data kendaraan yang terlibat kecelakaan, sepeda motor masih mendominasi. Sepanjang 2025 tercatat 553 unit sepeda motor terlibat kecelakaan, naik 5 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 529 unit.

Sebaliknya, keterlibatan mobil penumpang mengalami penurunan dari 55 unit menjadi 43 unit atau turun 15 persen. Penurunan juga terjadi pada mobil barang, dari 87 unit pada 2024 menjadi 64 unit di 2025, atau turun 26 persen. Sementara itu, pengguna jalan tidak bermotor tercatat naik dari 27 menjadi 29 orang atau meningkat 7 persen.

Dalam aspek penegakan hukum, jumlah pelanggaran lalu lintas sepanjang 2025 tercatat sebanyak 23.390 pelanggar. Angka ini meningkat 19 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 21.324 pelanggar.

Meski demikian, pola penindakan mengalami perubahan. Tilang manual tercatat menurun dari 4.587 kasus menjadi 3.442 kasus atau turun 13 persen. Penindakan melalui tilang elektronik ETLE juga menurun cukup drastis, dari 1.334 kasus menjadi 518 kasus atau turun 68 persen.

Sebaliknya, penggunaan tilang elektronik INCAR justru mengalami lonjakan signifikan, dari 322 kasus pada 2024 menjadi 1.368 kasus pada 2025 atau naik 87 persen. Selain itu, jumlah teguran simpatik juga meningkat dari 15.081 menjadi 18.062 atau naik 34 persen.

Kapolres Mojokerto Kota menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan terus mengedepankan pendekatan preventif dan humanis, tanpa mengesampingkan penegakan hukum berbasis teknologi.

“Kami fokus pada keselamatan masyarakat. Penurunan korban meninggal dunia menjadi indikator utama keberhasilan kami,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page