Kebakaran Depot Gas Depok, Petugas Damkar Kecewa dengan Alat Pemadam Rusak

Avatar of Redaksi
Potret petugas pemadam kebakaran yang tampak emosi. (Redaksi / Kabarterdepan.com)
Potret petugas pemadam kebakaran yang tampak emosi. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Depok, Kabarterdepan.comKebakaran yang terjadi di sebuah depot penjualan air galon dan gas di Perumahan Tirta Mandala, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (7/11/2024) malam, menyisakan sejumlah permasalahan.

Dalam insiden ini, empat warga mengalami luka bakar akibat kebocoran tabung gas di lokasi kejadian. Meskipun mereka berhasil diselamatkan dan segera dilarikan ke rumah sakit, insiden tersebut juga memunculkan kekecewaan dari petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, terkait masalah pada beberapa unit peralatan pemadam yang dianggap tidak layak digunakan.

Pada saat kebakaran, DPKP Kota Depok mengerahkan empat unit mobil pemadam dari Pos Merdeka dan UPT Cimanggis untuk memadamkan api. Namun, upaya pemadaman terkendala karena adanya kerusakan pada unit pemadam yang dibawa ke lokasi.

Kekecewaan itu pun diungkapkan oleh salah seorang petugas DPKP, Sandi Butar Butar, melalui media sosial. Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @depokhariini dan kemudian viral, Sandi menyatakan rasa frustrasinya karena unit pemadam dari UPT Cimanggis yang dibawa ternyata tidak berfungsi.

Ia merasa kesal karena unit tersebut tidak bisa berfungsi dengan baik, meskipun sebelumnya Kepala DPKP Kota Depok, Adnan Wahyudin, mengklaim bahwa unit tersebut sudah diperbaiki.

Sandi pun meluapkan kekesalannya dengan mengatakan, siapa yang akan bertanggung jawab atas kebakaran yang terjadi.

Pak Kadis Adnan Wahyudin ya, ini kita baru balik dari TKP kebakaran di Tirta Mandala Sukmajaya. Ada empat orang luka bakar pak. Siapa yang tanggung jawab pak?” ungkapnya dengan nada geram.

Ia juga menilai bahwa meskipun pimpinan menyatakan unit sudah diperbaiki, kenyataannya unit tersebut tetap tidak dapat digunakan di lapangan. Sandi mempertanyakan mengapa kondisi unit yang rusak tidak diinformasikan kepada petugas di lapangan, yang dinilai dapat membahayakan keselamatan baik petugas maupun warga sekitar.

Ada dua mesin di sini, ngomong sudah dibenerin, benerin apa pak? Nih ada operator. Coba operator dikasih tahu enggak masalah kerusakan? Ga dikasih tahu!,” ujar Sandi dengan marah.

Sandi lebih lanjut menegaskan bahwa Kepala DPKP Kota Depok seharusnya lebih memperhatikan keselamatan petugas di lapangan.

4 orang pak kena luka bakar. Tadi warga nilai pak. Kita masuk, pak. Gas bocor, Bapak Adnan Kepala Damkar, otak dipakai pak untuk keselamatan anggota bapak,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan sikap Kepala Bidang Damkar Depok yang menurutnya sering kali menyalahkan anggotanya. Sandi menambahkan bahwa meskipun ada pihak yang mencoba mencari kesalahan dirinya, ia merasa tidak pernah merugikan masyarakat atau negara, apalagi mengorbankan warga yang tidak bersalah.

Faktanya warga melihat, kita sesuai fakta. Bapak mau cari kesalahan saya, pribadi, aib saya, silakan, tapi saya enggak pernah merugikan rakyat, enggak merugikan negara, enggak ngorbanin warga yang enggak bersalah. Empat orang pak luka bakar, pikir pakai otak!” papanya dengan penuh emosi.

Sebagai respons terhadap ketidakpuasan tersebut, Sandi menyarankan agar Kepala DPKP Depok mundur dari jabatannya jika tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.

Kalau bilang Anda baru, apa Anda berani ngejabat. kalau enggak ngerti, keluar, mundur. Warga Depok tolong bantu kami, apakah harus terus begini Damkar Depok? Kita sudah rela mati-matian untuk selamatin masyarakat. Assalamualaikum,” pungkasnya Sandi di akhir videonya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan atau respons dari Kepala DPKP Kota Depok, Adnan Wahyudin, meskipun sebelumnya ia pernah menyatakan bahwa peralatan pemadam kebakaran sudah diperbaiki setelah kejadian serupa terjadi. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page