
Bantul, kabarterdepan.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul mengingatkan para pelaku usaha pariwisata di wilayah Bumi Projotamansari agar menerapkan persaingan usaha yang sehat, khususnya dalam penentuan harga layanan wisata.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul viralnya keluhan wisatawan di Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, yang mengaku diminta membayar sewa ATV dua kali oleh pengelola, meski telah melakukan pembayaran di awal.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Pemasaran Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, menekankan pentingnya penetapan standar harga untuk jasa wisata maupun kuliner.
“Perlu ada batas atas dan batas bawah. Kami berharap pelaku wisata memiliki standar harga yang jelas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2025).
Dispar Bantul
Selain itu, Dispar Bantul juga mendorong para pelaku usaha untuk memberikan bukti pembayaran kepada wisatawan, serta mencantumkan daftar harga yang mudah dilihat oleh konsumen.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Pantai Baru, Suwandi, mengaku pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada sejumlah pengelola ATV terkait isu tersebut. Namun, dari hasil penelusuran, tidak ada pengelola yang mengakui melakukan penarikan biaya dua kali.
“Kami juga bingung karena masih membutuhkan kejelasan. Dari beberapa pengelola yang kami tanyai, tidak ada yang mengakui,” kata Suwandi.
Pihak Pokdarwis juga telah berupaya menghubungi akun Instagram @merapi_uncover yang mengunggah keluhan tersebut, namun belum berhasil mengetahui identitas wisatawan yang bersangkutan.
“Kami mohon wisatawan yang mengalami kejadian tersebut untuk melapor langsung kepada kami agar bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.
Suwandi juga menyampaikan permohonan maaf apabila informasi tersebut merugikan pihak tertentu maupun wisatawan. Ia menegaskan bahwa pihak pengurus telah menyepakati harga sewa, baik untuk jasa wisata maupun kuliner, dengan selisih harga yang sangat kecil.
“Kalau ada perbedaan, biasanya hanya sekitar Rp1.000 sampai Rp2.000,” jelasnya.
Sebelumnya, akun Instagram @merapi_uncover mengunggah cerita seorang wisatawan yang menyewa ATV bersama anak-anaknya. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa wisatawan menyewa ATV selama 15 menit dengan tarif Rp50.000 dan telah membayar di awal kepada petugas di lokasi.
Namun setelah selesai menggunakan ATV, wisatawan tersebut kembali diminta membayar dengan alasan pihak pengelola belum menerima uang sewa. Akhirnya, wisatawan tersebut kembali membayar Rp50.000 meski merasa keberatan. (Hadid Husaini)
