Kasus Pembunuhan IBP Masih Belum Terungkap, Ini Kata Polda Jateng

Avatar of Redaksi
IMG 20240913 WA0032
Kompol Johanson R Simamora, direktur Reserse Kriminal Polda Jateng. (Ahmad Ali/kabarterdepan.com)

Semarang, Kabarterdepan.com – Kasus pembunuhan Iwan Boedi P yang notabene PNS Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang sudah setahun belum terungkap bahkan belum ada satupun pelaku yang ditangkap hingga saat ini.

Menanggapi hal itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Johanson R Simamora menjelaskan penyelidikan terhadap kasus tersebut hingga saat ini masih terus dilakukan penyelidikan dan sudah memeriksa beberapa saksi.

“Kasus itu, masih proses penyelidikan terus. Semua pemeriksaan saksi juga masih. Mohon dukungan doalah agar bisa cepat terungkap,” ujar Johanson di Mapolda Jateng, Jumat (13/9/2024).

Tak hanya itu, ia menyebut petugas juga terus berkomunikasi dengan penasehat hukum, istri dan keluarga korban mengenai informasi terbaru terkait kasus itu.

“Mereka berikan informasi kita tindaklanjuti. Setiap saat kita update terus, kita evaluasi di bawah arahan Wakapolda,” tandasnya.

Johanson bahkan menambahkan saat ini Polisi sudah mengantongi sketsa wajah terduga pelaku kasus pembunuhan tersebut, meskipun belum dirilis ke publik.

“Rilis belum, tapi baru internal saja. Semoga bisa terungkaplah, minta doa teman-teman,” pungkasnya.

Diketahui, Iwan yang menjadi saksi dalam kasus korupsi dilaporkan hilang oleh pihak keluarga pada Agustus tahun lalu, kemudian ia ditemukan dalam kondisi hangus terbakar bersama motornya sekitar September 2023.

Dalam proses penyelidikan kasus tersebut, ada dua prajurit TNI AD yang ikut diperiksa karena diduga terlibat.

Namun, Pomdam IV/Diponegoro menyebut keduanya belum menemukan keterlibatan keduanya.

“Pihak Kepolisian juga sudah membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus ini. Tim khusus ini diketuai Wakapolda Jateng Brigjen Pol Agus Suryonugoho dengan anggota Reserse Kriminal Polda Jateng dan Polrestabes Semarang,” pungkasnya.(Ahmad)

Responsive Images

You cannot copy content of this page