Karyawan Penerbit Buku Erlangga di Bantul Ditemukan Meninggal Membusuk

Avatar of Redaksi
IMG 20250907 WA0003
Suasana lokasi ditemukan korban meninggal membusuk di sebuah rumah di Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Sabtu (6/9/2025). (Polres Bantul for kabarterdepan.com)

Bantul, kabarterdepan.com – Seorang karyawan penerbit buku Erlangga di Bantul berinisial WB (23) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di Padukuhan Pringgolayan, Banguntapan, Banguntapan, Bantul, DIY, Sabtu (6/9/2025).

PS Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menyampaikan bahwa kejadian bermula saat teman korban bernama Dwi Rahmanto mengunjungi korban di rumahnya. Terakhir ia mengunjungi korban 1 minggu sebelumnya untuk mengantarkan makanan.

“Dwi Rahmanto memanggil korban namun tidak ada tanggapan, selanjutnya ia membuka pintu rumah korban,” kata Iptu Rita, Minggu (7/9/2025).

Menurut Iptu Rita, kunci rumah tersebut sengaja dibawa oleh Dwi Rahmanto karena kondisi korban sedang sakit. Itu pun sudah melalui persetujuan korban.

“Dwi Rahmanto melihat korban sudah dalam kondisi terbujur kaku dan badan sudah mulai membusuk, ia juga mencium bau bangkai serta terlihat kabel listrik (rol Kabel) menyentuh kaki korban,” katanya.

Lanjut Iptu Rita, Dwi Rahmanto kemudian bergegas memberitahukan kepada warga setempat bernama Sartinah dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Banguntapan.

“Piket Fungsi Polsek Banguntapan mendapat informasi bahwa terdapat orang meninggal dunia diduga tersengat listrik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, polisi juga melibatkan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Banguntapan Bantul untuk turut hadir di TKP.

Berdasarkan identifikasi, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Kendati begitu, kondisi tubuh sudah dalam keadaan membusuk dan penuh belatung.

Polisi menyebut, bahwa korban meninggal bukan karena tersengat listrik. Sebab kondisi PLN tidak Padam saat korban ditemukan.

Korban kemudian dibawa oleh PMI Kota Yogyakarta ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk penanganan lebih lanjut.

Iptu Rita menyampaikan bahwa menurut keterangan keluarga korban, mempunyai riwayat sakit syaraf dan melakukan cek kesehatan secara rutin ke RSPAU Harjolukito.

“Keluarga telah menganggap bahwa peristiwa tersebut sebagai musibah,” katanya. (Hadid Husaini).

Responsive Images

You cannot copy content of this page