Karlin : Apakah Setiap Orang Memiliki Panggilan?

Avatar of Redaksi
Ibadah Natal Star Generation UKDC (Innka Cristy Natalia / Kabarterdepan.com)
Ibadah Natal Star Generation UKDC (Innka Cristy Natalia / Kabarterdepan.com)

Opini, Kabarterdepan.com – Setiap orang memiliki panggilan hidup yang unik. Begitulah yang diyakini oleh Karlin (40), seorang perempuan asal Surabaya, yang telah mengalami perjalanan rohani mendalam untuk menemukan tujuan hidupnya bersama Tuhan.

“Saya percaya setiap orang memiliki panggilan dari Tuhan. Kita dapat memahami panggilan itu melalui cara kita melayani. Ada pelayanan kasih yang sederhana, misalnya membantu anak-anak jalanan atau terlibat dalam pelayanan di gereja maupun lingkungan sekitar. Saat saya menjalani pelayanan itu, saya mulai merasakan sesuatu yang berbeda, ada kerinduan yang lebih dalam untuk melayani,” ujar Karlin memulai kesaksiannya.

Memahami Arti Panggilan Tuhan

Bagi Karlin, panggilan Tuhan bukan sekadar menjadi apa yang kita inginkan, melainkan menemukan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.

“Panggilan hidup itu bukan tentang apa yang kita mau, misalnya ingin menjadi ini atau itu. Panggilan Tuhan lebih kepada apa yang Tuhan inginkan dari hidup kita. Prosesnya dimulai dengan mematikan kedagingan kita—keinginan pribadi yang sering kali egois—dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Saya waktu itu punya kerinduan menjadi seorang misionaris yang diutus ke tempat terpencil, tetapi saya menyadari bahwa perjalanan hidup ini tidak melulu tentang kerinduan saya. Saya belajar menyerahkan semuanya kepada Tuhan,” jelasnya.

Karlin menuturkan bahwa dia telah melewati berbagai proses panjang untuk benar-benar memahami kehendak Tuhan. Dia membiarkan Tuhan yang bekerja dalam hidupnya tanpa memaksakan kehendaknya sendiri.

“Dalam doa, saya berkata, ‘Tuhan, apa pun yang Engkau mau, entah saya menjadi misionaris, hamba Tuhan, atau apapun, semuanya saya serahkan kepada-Mu.’ Saya percaya bahwa Tuhanlah yang akan memimpin setiap langkah saya. Yang penting adalah tetap setia menjalani setiap proses yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup saya,” lanjut Karlin.

Panggilan Tuhan, menurut Karlin, bukanlah menjadi sesuatu yang kita inginkan, tetapi menyerahkan kerinduan pribadi ke tangan Tuhan, membiarkan Dia menuntun kita menjadi seperti yang Tuhan inginkan, selangkah demi selangkah, hingga rencana-Nya yang sempurna tergenapi dalam hidup kita.

“Panggilan itu seperti kisah Rasul Paulus dalam perjalanan menuju Damaskus, saat dia awalnya memiliki kerinduan pribadi untuk menangkap dan menganiaya pengikut Kristus. Namun, Tuhan membutakan matanya, hingga akhirnya Paulus mendengar suara Tuhan dan mengalami perubahan hidup yang total.”

Kutipan dari Kisah Para Rasul menggambarkan pengalaman ini

Kisah Para Rasul 9:3-6, 8-12, 15-16 (TB):

“Dalam perjalanannya ke Damaskus, tiba-tiba cahaya dari langit menyinari sekelilingnya. Ia rebah ke tanah dan mendengar suara yang berkata kepadanya, ‘Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? … Bangkitlah dan masuk ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu apa yang harus engkau perbuat.'”

Melalui Tantangan Demi Tantangan

Perjalanan Karlin dalam memenuhi panggilannya tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah ketidaksetujuan orang tua terhadap pilihannya untuk hidup melayani Tuhan.

“Waktu saya memutuskan untuk menyerahkan hidup saya sepenuhnya kepada Tuhan dan mulai melayani sebagai seorang ibu rumah kasih, orang tua saya tidak setuju. Mereka merasa saya membuang waktu dan seharusnya fokus pada karier atau hal lain yang lebih ‘menguntungkan’. Namun, saya tidak memberontak. Sebaliknya, saya memilih untuk berdoa dan berserah kepada Tuhan,” tuturnya.

Perlahan namun pasti, doa-doa Karlin dijawab. Orang tuanya yang semula menentang akhirnya memberikan restu. Karlin yakin, hal ini adalah bukti nyata bahwa Tuhan bekerja di tengah tantangan.

“Pada akhirnya, Tuhan melunakkan hati mereka. Restu dari orang tua datang bukan karena saya memaksa, tetapi karena kuasa doa. Ini adalah bukti nyata bagaimana Tuhan memegang kendali atas hidup saya. Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Masih banyak rintangan lain yang harus saya hadapi, tetapi saya percaya bahwa ketika saya berjalan bersama Tuhan, saya tidak pernah sendirian,” katanya dengan keyakinan.

Melalui Tantangan demi Tantangan

Perjalanan Karlin tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesar yang dia hadapi adalah ketidaksetujuan orang tua terhadap pilihan hidupnya.

“Waktu saya memutuskan untuk memberikan hidup saya kepada Tuhan dan mulai melayani sebagai seorang ibu rumah kasih, orang tua saya tidak setuju. Mereka merasa saya membuang waktu dan seharusnya fokus pada karier atau hal lain yang lebih ‘menguntungkan’. Namun, saya tidak memberontak. Sebaliknya, saya memilih untuk berdoa dan berserah kepada Tuhan,” tuturnya.

Perlahan namun pasti, doa-doa Karlin dijawab. Orang tuanya yang semula menentang akhirnya memberikan restu. Karlin yakin, hal ini adalah bukti nyata bahwa Tuhan bekerja di tengah tantangan.

“Pada akhirnya, Tuhan melunakkan hati mereka. Restu dari orang tua datang, bukan karena saya memaksa, tetapi karena kuasa doa. Ini adalah bukti nyata bagaimana Tuhan memegang kendali atas hidup saya. Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Masih banyak rintangan lain yang harus saya hadapi, tetapi saya percaya bahwa ketika saya berjalan bersama Tuhan, saya tidak pernah sendirian,” katanya.

Merawat dengan Kasih dan Panggilan yang Teguh

Saat ini, Karlin melayani sebagai seorang ibu rumah kasih untuk panti asuhan, sebuah peran yang dia jalani dengan penuh kasih dan dedikasi. Melalui pelayanan ini, dia merasa bahwa hidupnya memiliki makna yang lebih dalam.

“Menjadi ibu rumah kasih untuk anak-anak bukan hanya tentang pekerjaan sehari-hari, tetapi tentang mencerminkan kasih Tuhan kepada mereka yang membutuhkan. Saya melihat tangan Tuhan bekerja setiap hari melalui pelayanan ini. Meski banyak tantangan, saya selalu mengingat bahwa Tuhanlah yang memanggil saya untuk tugas ini, dan Dia akan selalu menyertai saya,” ungkapnya.

Menyerahkan Hidup Sepenuhnya kepada Tuhan

Kesaksian Karlin mengingatkan kita semua bahwa panggilan hidup bukanlah tentang keinginan pribadi, melainkan tentang menemukan apa yang Tuhan mau dalam hidup kita.

“Proses yang saya lalui mengajarkan saya satu hal penting: menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Ketika kita membiarkan Tuhan yang bekerja, kita akan melihat bagaimana Dia memimpin hidup kita menuju rencana-Nya yang indah. Saya hanya berusaha setia, dan Tuhanlah yang akan menyelesaikan sisanya,” tutup Karlin dengan penuh keyakinan.

Kesaksian Karlin adalah pengingat bahwa dalam setiap proses hidup, baik itu penuh tantangan atau kebahagiaan, Tuhan selalu hadir untuk menuntun anak-anak-Nya yang setia.

Bagi siapa pun yang sedang mencari panggilan hidup atau menghadapi tantangan serupa, percayalah bahwa Tuhan memegang kendali dan Dia selalu memiliki rencana yang terbaik untuk setiap kita.

“Jangan pernah takut menyerahkan hidup Anda kepada Tuhan, karena Dia adalah Bapa yang penuh kasih dan setia,” pungkasnya. (Innka / *)

Responsive Images

You cannot copy content of this page