Kantor Pelayanan Publik Banyuwangi Makin Ramah Lansia dan Disabilitas

Avatar of Redaksi
IMG 20240905 WA0070 scaled
Bupati Ipuk saat peresmian Kantor BPN Inklusif. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Kantor pelayanan publik di Banyuwangi kini didorong untuk makin ramah terhadap warga lanjut usia (lansia) dan disabilitas, seperti Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi yang kini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang hal tersebut.

Di antaranya Kantor BPN telah dilengkapi dengan fasilitas ramah kelompok rentan seperti pagar pegangan untuk lansia, guiding block, kursi roda, alat bantu dengar, tongkat, dan loket khusus untuk lansia dan disabilitas, selain itu juga dilengkapi ruang laktasi dan tempat bermain anak.

“Bahkan juga dilengkapi dengan petugas yang akan membantu dan bisa menggunakan bahasa isyarat. Terima kasih BPN,” tutur Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat meresmikan Kantor BPN Inklusif di Kantor BPN Banyuwangi, Singotrunan pada Kamis, (5/9/2024).

Ipuk berharap, dengan fasilitas yang disediakan, kantor BPN inklusif bisa diakses lansia dan teman disabilitas dengan mudah dan nyaman.

Ipuk mengurai, sejak ia menjabat, dirinya memprioritaskan agar kantor-kantor pelayanan publik seperti MPP (Mal Pelayanan Publik), OPD (Organisasi Perangkat Daerah), kelurahan, kecamatan, serta ruang-ruang publik dan sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi dibangun dengan konsep ramah difabel dan lansia.

Selain itu, pemkab juga telah menggulirkan berbagai program pro-difabel, seperti di bidang pendidikan, ada program Agage Pintar yang mewajibkan sekolah menerima pendaftaran anak berkebutuhan khusus (ABK) hingga beasiswa Banyuwangi Cerdas bagi siswa difabel yang berprestasi.

Ditambahkan Ipuk, Banyuwangi juga rutin menggelar “Festival Kita Bisa” sebagai ruang bagi para difabel untuk mengekspresikan diri serta menampilkan bakat minat mereka, serta untuk pemenuhan hak sipil, digulirkan pula program Go on Document (Godoc) dari rumah ke rumah untuk memberikan kemudahan kepada para difabel dalam proses pembuatan dokumen kependudukan.

“Tak hanya itu sejak beberapa tahun terakhir kami juga membuka jalur khusus difabel dalam rekrutmen ASN di Banyuwangi. Bahkan, perusahaan swasta juga kami dorong untuk membuka lowongan kerja untuk mereka. Ini sebagai bentuk dukungan pemkab kepada para difabel,” tandas Ipuk. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page