Ribuan Kader NU Sidoarjo Gelar Mujahadah di Tanggul Lumpur Lapindo, Teguhkan Spirit Aswaja dan Kebangsaan

Avatar of Redaksi
Sidoarjo
Sedikitnya 5.000 kader Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul di tanggul titik 25 Lumpur Lapindo dalam kegiatan “Mujahadah dan Apel Kader”. (Azies/Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Hamparan lumpur yang menjadi saksi salah satu tragedi terbesar di Kabupaten Sidoarjo berubah menjadi lautan putih-hijau pada Minggu (15/2/2026) pagi.

Sedikitnya 5.000 kader Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul di tanggul titik 25 Lumpur Lapindo dalam kegiatan “Mujahadah dan Apel Kader” sebagai wujud penguatan spiritual dan peneguhan komitmen menjaga NKRI.

Sejak fajar menyingsing, ribuan peserta tampak khusyuk mengikuti rangkaian doa dan istighotsah. Barisan kader berdiri rapi menghadap bentangan lumpur yang pernah menenggelamkan ribuan rumah warga, menghadirkan suasana reflektif sekaligus penuh semangat kebangsaan.

Kegiatan yang diinisiasi PCNU Sidoarjo itu telah dimulai sejak Sabtu malam dengan mujahadah di dua masjid sekitar kawasan terdampak. Para pengurus dari tingkat cabang, MWCNU, ranting, badan otonom (Banom), hingga lembaga-lembaga NU se-Kabupaten Sidoarjo turut ambil bagian.

Ketua Panitia Harlah NU Kabupaten Sidoarjo

Ketua Panitia Harlah NU Kabupaten Sidoarjo, Isa Hasanuddin, menyampaikan bahwa lokasi tersebut dipilih sebagai simbol keteguhan dan rasa syukur di tengah ujian sejarah.

“Sejak tadi malam kami memulai dengan mujahadah di dua masjid sekitar lokasi terdampak. Setelah Subuh berjamaah, seluruh peserta berjalan menuju tanggul lumpur di depan Makbaroh KH Anas Al-Ayyubi. Ini bukan sekadar apel, tapi momentum spiritual,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan tersebut menjadi ruang perenungan kolektif bagi warga NU atas musibah yang pernah menimpa masyarakat Sidoarjo. Di lokasi itu pula terdapat makam almarhum KH Anas Al-Alayubi, Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo terdahulu.

“Tempat ini mengajarkan kita tentang kesabaran dan keteguhan. Kami ingin kader NU meneladani perjuangan para ulama, termasuk KH Anas Al-Alayubi, yang telah menguatkan organisasi di masa-masa sulit,” tegas Isa.

Menurutnya, apel kader ini menjadi bagian dari penguatan militansi warga NU dalam menjaga paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta komitmen kebangsaan.

“NU lahir untuk menjaga agama dan negara. Melalui apel ini, kami tegaskan kembali bahwa kader NU siap berdiri di garda terdepan menjaga Aswaja dan keutuhan NKRI,” katanya.

Isa juga menyoroti sistem kaderisasi yang berjalan berkesinambungan di tubuh NU. Regenerasi kepemimpinan disebutnya berlangsung alami melalui berbagai Banom sesuai jenjang usia dan profesi.

“Di NU tidak ada kekosongan kader. Ansor, Fatayat, Muslimat, semuanya menjadi mata rantai perjuangan yang saling menguatkan. Inilah kekuatan NU,” imbuhnya.

WhatsApp Image 2026 02 15 at 1.29.09 PM 1
Ketua panitia Harlah NU kabupaten Sidoarjo, Isa Hasanuddin

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sidoarjo, Subandi, bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah tokoh NU Jawa Timur serta 200 beasiswa. Dalam sambutannya, Subandi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan ulama.

“NU di Sidoarjo harus terus menjadi pilar penyangga persatuan. Ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah harus berjalan seiring demi kemajuan daerah,” ucapnya.

Ia juga mengumumkan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan pesantren melalui pembentukan satgas perizinan pendidikan.

“Kami akan membentuk satgas untuk memastikan seluruh lembaga pendidikan dan pesantren memiliki legalitas yang jelas. Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan hibah sekitar Rp21 miliar untuk mendukung penguatan NU di Sidoarjo,” tegas Subandi.

Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, Ahmad Hakim Jayli, menekankan pentingnya kesiapan kader menghadapi perubahan zaman.

“Tema ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’ harus kita maknai sebagai panggilan untuk tampil di level global. Kader NU harus menguasai teknologi, memiliki wawasan luas, namun tetap patuh pada dawuh kiai,” tandasnya.

Melalui momentum ini, PCNU Sidoarjo berharap semangat Satu Abad NU terus menyala, memperkuat barisan kader yang religius, nasionalis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peradaban dunia.(Azies)

Responsive Images

You cannot copy content of this page