
Blora, Kabarterdepan.com-KAI mencatat ribuan penumpang KA Sancaka Utara berangkat dan turun di Stasiun Cepu, Kabupaten Blora.
Padahal, KA tersebut sempat mengalami mati suri selama lima tahun belakangan. Pengoperasian KA Sancaka Utara bersamaan pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 menggantikan Gapeka 2023, tepatnya pada 1 Februari 2025.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo menuturkan KA Sancaka Utara melayani relasi Surabaya-Cepu-Yogyakarta-Cilacap PP, rute itu lebih panjang dari rute KA Sancaka Utara sebelumnya.
Lebih lanjut, Franoto menjelaskan penumpang KA Sancaka Utara pada periode bulan Februari telah melayani penumpang dari Stasiun Cepu mencapai 1.188 orang. Lalu, untuk penumpang yang turun ke Stasiun Cepu, mencapai 945 pada periode yang sama.
“Antusias masyarakat untuk menggunakan KA Sancaka Utara baik. Hal itu dikarenakan dari Surabaya menuju Cilacap tanpa adanya transit atau pergantian kereta,” terang Franoto melalui keterangan tertulis, Kamis (6/3/2025).
Lebih lanjut, pada periode bulan februari 2025, KAI mencatat KA Sancaka Utara telah melayani 2.079 penumpang naik dan turun dari stasiun wilayah Daop 4 Semarang. Diantaranya Stasiun Cepu dan Randublatung, Kabupaten Blora. Serta Stasiun Kradenan, Gambringan, Gundih Kabupaten Grobogan.
“Rata-rata jumlah penumpang naik per hari mencapai 74 orang,” ujar Franoto.
Sedangkan untuk kedatangan penumpang pada lima stasiun tersebut, sambung Franoto, terdapat sebanyak 1.464 penumpang pada periode bulan februari. “Tercatat rata-rata perhari ada 52 penumpang yang datang di lima stasiun itu,” tutur Franoto.
Diungkapkan, berdasarkan data okupansi atau keterisian tempat duduk dari KA Sancaka Utara, pada relasi Surabaya-Cepu-Yogyakarta-Cilacap mencapai 63 persen. “Dari data itu, dapat disimpulkan keterisian tempat duduk KA Sancaka Utara rata-rata 286 penumpang per hari, dari kapasitas 456 tempat duduk yang disediakan,” terang dia.
Sementara itu, sambung Franoto, okupansi pada relasi sebaliknya, yakni Cilacap-Yogyakarta-Cepu-Surabaya, tercatat sebesar 47 persen dengan rata-rata per hari sebanyak 213 penumpang dari kapasitas yang sama.
Ditambahkan, mulai 8 Maret 2025, terdapat perubahan sarana pada KA Sancaka Utara. Semula KA Sancaka Utara menggunakan rangkaian kereta kelas eksekutif mild steel dan kelas bisnis. Namun, per 8 Maret 2025 rangkaian kereta kelas bisnis diganti menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi new generation modifikasi.
“Dengan perubahan ini, jumlah tempat duduk yang disediakan juga meningkat. Sebelumnya KA Sancaka Utara dapat mengangkut sebanyak 456 penumpang, dengan perubahan ini menjadi 488 penumpang,” terang Franoto.
“Fasilitas pada kereta ekonomi new generation modifikasi meliputi kursi berjumlah 72 seat yang dirancang lebih luas dan nyaman dibandingkan kereta ekonomi biasa,” tambah dia. (Fitri)
