Jumlah Wisatawan ke Bantul Merosot 28 Persen Sepanjang 2025, Cuaca Jadi Salah Satu Penyebab

Avatar of Redaksi
jumlah wisatawan
Jeep wisata Pantai Parangtritis, Bantul, DIY. (Instagram/jeep.wisata.parangtritis)

Bantul, kabarterdepan.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul mencatat adanya penurunan signifikan jumlah wisatawan selama tahun 2025 di wilayah Bumi Projotamansari.

Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, menyebutkan bahwa sepanjang 2025 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bantul mencapai sekitar 1,8 juta orang.

Dari angka tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil dihimpun sebesar Rp26,7 miliar. “Capaian PAD pada 2025 berada di angka Rp26,7 miliar,” kata Markus saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/1/2025).

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada 2024 jumlah kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 2,3 juta orang dengan PAD mencapai Rp30,6 miliar. Dengan demikian, terjadi penurunan jumlah wisatawan sekitar 28 persen.

Faktor Penurunan Jumlah Wisatawan

Markus mengungkapkan bahwa meskipun secara nasional kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren peningkatan, hal tersebut tidak sejalan dengan kondisi di Bantul. Penurunan kunjungan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Beberapa di antaranya adalah menurunnya daya beli masyarakat, adanya isu cuaca ekstrem, perubahan preferensi wisatawan yang kini lebih memilih konsep slow living atau mencari pengalaman wisata berbeda, serta pembatasan kunjungan di sejumlah daerah.

Selain faktor tersebut, Markus juga menyampaikan bahwa tidak terselenggaranya beberapa agenda atau event rutin yang biasanya digelar Pemerintah Kabupaten Bantul turut berdampak pada minat wisatawan untuk berkunjung.

Untuk destinasi wisata, Pantai Parangtritis tercatat sebagai lokasi yang paling banyak dikunjungi dengan jumlah kunjungan mencapai 16.683 orang.

Selanjutnya kawasan pantai selatan bagian barat, mulai dari Pantai Samas hingga Pandansimo, mencatat sebanyak 3.404 kunjungan.

Sementara itu, objek wisata Goa Selarong dikunjungi 254 wisatawan dan Gua Cerme mencatat 15 kunjungan.

Di sisi lain, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dan perlu diantisipasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pada tanggal 26 dan 27 Desember lalu, sejumlah wilayah di Bantul mengalami dampak cuaca ekstrem berupa angin kencang, tanah longsor, serta banjir di beberapa lokasi. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page