Jumlah Pasien HIV di Sampang Mencapai 118 Orang, Kadinkes Sampaikan Imbauan Penting

Avatar of Redaksi
Kadinkes Sampang menyampaikan peranan penting masyarakat terkait HIV (Fais/Kabarterdepan.com)
Kadinkes Sampang menyampaikan peranan penting masyarakat terkait HIV (Fais/Kabarterdepan.com)

Sampang, Kabarterdepan.com — Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang berlangsung hangat dan penuh kepedulian.

Acara yang dihadiri oleh jajaran Dinkes, para tenaga kesehatan, serta masyarakat tersebut menjadi momentum penting untuk menguatkan edukasi dan menghapus stigma terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).

Data Terbaru Kasus HIV di Kabupaten Sampang

Pejabat Pengelola Program HIV Dinkes KB, Abd. Kholik, menyampaikan perkembangan data terbaru terkait HIV di Kabupaten Sampang.

WhatsApp Image 2025 12 01 at 11.20.22 AM
Kadinkes dan peserta acara berfoto bersama di depan kantor Dinkes Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Menurutnya, jumlah pengidap HIV pada tahun 2025 tercatat 48 orang, menurun dibanding tahun 2024 yang mencapai 70 orang. Sementara itu, jumlah pasien yang saat ini tengah menjalani pengobatan rutin mencapai 118 orang.

“Penurunan kasus ini tentu menjadi sinyal positif, namun upaya preventif dan edukasi tetap harus diperkuat. Pengobatan rutin membuat pasien dapat hidup sehat dan produktif,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan dan KB, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap penyintas HIV. dr. Lusi mengimbau agar masyarakat tidak memberi jarak atau bertindak diskriminatif terhadap pasien HIV.

“Peran masyarakat sangat penting. Stop stigma, jangan jauhi pasien. Dengan pengobatan yang rutin, penyintas HIV dapat hidup berkualitas seperti masyarakat lainnya,” tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan pembagian bunga dan cokelat kepada peserta serta masyarakat sekitar sebagai simbol kepedulian dan pengingat bahwa dukungan moral sangat berarti bagi para penyintas HIV.

Peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik bahwa HIV bukanlah akhir dari segalanya dengan penanganan yang tepat, dukungan yang kuat, dan bebas stigma, penyintas HIV dapat menjalani hidup secara bermartabat dan penuh harapan. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page