Jubir Hamas Abu Obaida Dikabarkan Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza

Avatar of Lintang
Juru bicara Hamas Abu Obaida dilaporkan tewas dalam serangan Israel di Gaza. (IRNA)
Juru bicara Hamas Abu Obaida dilaporkan tewas dalam serangan Israel di Gaza. (IRNA)

Gaza, Kabarterdepan.com – Juru bicara sayap bersenjata Hamas, Abu Obaida—atau yang juga dikenal sebagai Abu Ubaidah—diklaim tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza.

Berita ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Katz, melalui unggahannya di platform X, yang menyebut kematian Abu Obaida sebagai “eksekusi yang sempurna” oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan badan keamanan Shin Bet.

Hingga saat ini, Hamas belum memberikan konfirmasi resmi terkait kabar kematian salah satu tokoh penting mereka.

Serangan yang diduga menargetkan Abu Obaida ini terjadi pada Sabtu (30/8/2025) di tengah gempuran udara Israel yang intensif menjelang rencana serangan darat.

Lima rudal secara bersamaan menghantam lantai dua dan tiga sebuah apartemen enam lantai di distrik Al-Rimal, Kota Gaza. Apartemen tersebut, yang sebelumnya berfungsi sebagai klinik dokter gigi, menjadi lokasi serangan mematikan ini.

Wartawan setempat melaporkan setidaknya tujuh warga sipil, termasuk anak-anak, tewas dan 20 lainnya terluka akibat serangan di lingkungan padat penduduk tersebut. Peristiwa ini menambah jumlah korban sipil yang terus meningkat di Gaza.

Sebagai salah satu dari sedikit anggota senior Brigade Al-Qassam yang tersisa, Abu Obaida, yang diyakini berusia 40-an tahun, telah menjadi wajah publik Hamas selama konflik dengan Israel.

Sosoknya yang selalu mengenakan syal Palestina sangat populer di kalangan pendukung Hamas dan seringkali muncul dalam pidato-pidato penting.

Dalam pidato yang diduga menjadi pidato terakhirnya pada Jumat (29/8/2025), Abu Obaida sempat memperingatkan Israel agar tidak melakukan invasi ke Kota Gaza. Ia juga menyatakan bahwa nasib para sandera Israel yang tersisa akan sama dengan nasib para pejuang Hamas.

Operasi militer Israel di Gaza sendiri dimulai setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. Sejak saat itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa lebih dari 63.000 warga Palestina telah tewas. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page