
Jombang, Kabarterdepan.com – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Dari total timbulan sampah yang mencapai 530 ton per hari, baru sekitar 157 ton yang berhasil terangkut dan tertangani di TPA Gedangkeret.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Jombang memberikan perhatian serius dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp14,21 miliar pada tahun 2026 ini. Dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari operasional hingga pemberdayaan masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Miftahul Ulum, melalui Sekretaris DLH Amin Kurniawan, menegaskan bahwa anggaran ini menjamin kualitas pelayanan tetap terjaga.
“Tahun ini Pemkab mengalokasikan anggaran penanganan sampah yang cukup signifikan. Kami pastikan operasional pelayanan secara kualitas tidak terganggu, anggaran aman,” ujar Amin Kurniawan, Jumat (6/2/2026).
Anggaran sebesar Rp14,21 miliar tersebut dipecah ke dalam beberapa pos kegiatan vital, di antaranya Pengangkutan Sampah Rp4,16 Miliar, Pemrosesan Akhir (TPA/TPST) Rp3,19 Miliar, Operasional & Pemeliharaan Sarpras Rp2,55 Miliar, Penyediaan Listrik Fasilitas Pengolahan Rp2,40 Miliar, Program Pendauran Ulang (Pengurangan) Rp711 Juta, Peningkatan Peran Serta Masyarakat Rp644 Juta, Pembangunan Fisik (TPA/TPST/TPS-3R) Rp542 Juta, Sarpras Tambahan di TPA/TPST Rp100 Juta.
Langkah Pemkab Jombang Intruksi Presiden
Hal ini juga menjadi bentuk tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah daerah lebih serius menuntaskan masalah sampah. DLH Jombang kini mulai mengintensifkan gerakan kebersihan
“Teknisnya kami siap. Langkah konkret yang sudah berjalan adalah kerja bakti ASN. Jika sebelumnya sebulan sekali, sekarang instruksinya ditingkatkan menjadi mingguan,” jelas Amin.
Agar sampah tidak semua menumpuk di TPA, DLH Jombang fokus pada pengelolaan di tingkat sumber melalui TPS-3R. Selain itu, Pemkab sedang menyiapkan program Desa Mantra yang diproyeksikan berjalan pada 2027.
Melalui program gagasan Bupati ini, setiap RT dan RW akan diberikan anggaran khusus untuk pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga penguatan Bank Sampah.
Perlu diketahui, beban TPA Gedangkeret Banjardowo saat ini cukup berat. Sejak akhir 2024, area landfill lama telah resmi ditutup karena sudah penuh. Saat ini, DLH mengandalkan area baru seluas 4,5 hektare di sisi barat.
“Selain sekitar 157 ton yang tertangani di TPA, ada sekitar 82,27 ton yang berhasil direduksi melalui program pemilahan. Namun, masih ada sekitar 290 ton yang belum tertangani dan biasanya tersebar di rumah tangga atau ditimbun di pekarangan,” ungkap Amin.
