
Sragen, kabarterdepan.com – Kabupaten Sragen yang juga dikenal dengan sebutan Bumi Sukowati merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang secara geografis wilayahnya dipisahkan oleh sungai besar Bengawan Solo.
Untuk menunjang peningkatan perekonomian masyarakat sekitar sungai Bengawan Solo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen tahun 2024 tengah menyelesaikan proyek strategis daerah yakni pembangunan Jembatan Butuh.
Terbentang sepanjang 150 meter diatas aliran sungai Bengawan Solo, Jembatan penghubung dua wilayah yakni Kecamatan Masaran dengan Kecamatan Plupuh diprediksi bakal menjadi icon baru Kabupaten Sragen.
Jembatan Butuh menghubungkan Desa Pilang Kecamatan Masaran merupakan daerah sentra batik, sementara Dusun Butuh Desa Gedongan Kecamatan Plupuh ada wisata Religi yakni area pemakaman seorang penguasa Keraton Pajang (1550-1582) yang bergelar Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir.
“Secara fungsional hadirnya Jembatan Butuh sangat membantu warga masyarakat yang berada di dua wilayah yang terpisah sungai Bengawan Solo.” Hal itu dikatakan Maryanto Kepala Desa Gedongan Kecamatan Plupuh saat berbincang dengan kabarterdepan.com, Kamis (2/01/2025) sore.
Dikatakan, dengan terwujudnya pembangunan Jembatan Butuh selain mempermudah akses perekonomian warga masyarakat, jembatan itu dinilai akan menjadi destinasi wisata tersendiri bagi para pengunjung atau peziarah yang datang di area permakaman Joko Tingkir.
“Jembatan Butuh bisa jadi petunjuk utama lokasi wisata religi di Dusun Butuh Desa Gedongan, karena jarak makam ke Jembatan hanya berkisar 300 meter saja,” ucapnya.
“Sepulang dari wisata religi di makam Butuh, pengunjung bisa mampir di Desa Pilang Kecamatan Masaran untuk melihat langsung proses pembuatan kain batik dan membelinya untuk oleh-oleh,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Maryanto menjelaskan, pembangunan Jembatan Butuh senilai Rp14,4 miliar itu sempat tersendat akibat bencana banjir yang membuat Baja rangka jembatan melengkung lantaran perancah jembatan diterjang arus Sungai Bengawan Solo pada 12 November 2024 lalu.
“Alhamdulilah, masyarakat menilai saat ini pekerjaan Jembatan Butuh dianggap sudah selesai, meskipun lewat tahun, dari informasi yang kita dapat hari Jumat besuk sudah selesai 100 persen,” ujarnya.
“Informasi yang kita dapat Jembatan Butuh akan diresmikan oleh Bupati Sragen pada tanggal 6 Januari 2025 mendatang,” paparnya.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen Aribowo Sulistyo saat dikonfirmasi mengungkapkan, akhir pekerjaan Jembatan Butuh jatuh pada 31 Desember 2024. Sedangkan progres pekerjaan saat itu hanya sekitar 97,3 persen.
“Di akhir kontrak per 31 Desember progresnya 97,3 persen dikurangi retensi 5 persen, sehingga yang terbayarkan sekitar 92,3 persen,” katanya Kamis (2/1/2024).
Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Jembatan Butuh, Bowo menjelaskan jika penyedia jasa CV Kurnia Jaya Blora selaku kontraktor sagup untuk menyelesaikan pekerjaan. Maka DPU memberi kesempatan kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan selama tujuh hari. Terhitung tanggal 1 hingga 7 Januari 2024.
“Dari progres yang tercapai hari ini, pekerjaan hanya menyisakan pengaspalan dan akan selesai besok Jumat (3/1/2024),” ujarnya.
Meski kontraktor diberi kesempatan, lanjut Bowo, sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku penyelesaian pekerjaan akan dikenakan denda sebesar 1/1.000 kali nilai kontrak.
“Pengenaan denda mulai Rabu (1/1/2024) hingga progres pekerjaan rampung 100 persen, jika hari Jumat 3/01/2024) bisa diselesai ya dendanya berlaku 3 hari,” terangnya. (Masrikin).
