Jelang Tahun Baru 2026, Dishub Jatim Siap Terapkan One Way di Kawasan Wisata Malang dan Batu

Avatar of Jurnalis: Husni
Kepala Dishub Jatim Nyono saat memberikan keterangan kepada media. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)
Kepala Dishub Jatim Nyono saat memberikan keterangan kepada media. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com- Lonjakan kendaraan di kawasan wisata Malang Raya dan Kota Batu, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur (Dishub Jatim) telah menyiapkan langkah antisipasi, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Kepala Dishub Jatim, Nyono mengatakan untuk musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini pihaknya berencana akan menerapkan sistem satu arah (one way) jika dirasa kepadatan kendaraan sudah semakin parah.

Seperti yang diketahui jika kawasan Malang Raya dan Kota Batu sering dijadikan tujuan wisata oleh masyarakat Jawa Timur. Hal ini tidak lepas dari panorama alam yang disajikan dan banyaknya objek wisata di wilayah tersebut.

“Kalau memang sudah terlalu banyak yang ke arah Kota Malang atau Kota Batu nanti kita buat one way ya. Namun itu nanti diskresi satlantas polres setempat,” kata Nyono, Selasa (30/12/2025).

Untuk puncak kepadatan kendaraan dirinya memprediksi akan terjadi pada malam pergantian tahun, yakni di tanggal 31 Desember 2025. Hal ini dikarenakan akan ada banyak masyarakat yang merayakan pergantian tahun di berbagai objek wisata di Kota Batu.

Untuk keputusan penggunaan sistem one way sendiri akan dilakukan sebagai pilihan terakhir jika kepadatan kendaraan sudah pada level yang parah. Hal ini dikarenakan keputusan penggunaan sistem one way akan berpengaruh pada aktivitas masyarakat sekitar.

“Jadi one way ini adalah alternatif atau keputusan terakhir, karena banyak masyarakat juga yang berkepentingan menggunakan jalan itu,” tambahnya.

Dishub Jatim Atur Lalu Lintas

Selain rencana penggunaan sistem one way, Dishub Jatim juga akan menyesuaikan pengaturan lampu lalu lintas atau APILL. Durasi lampu hijau diperpanjang saat arus masuk, lalu diatur ulang ketika arus balik meningkat. Penerapan ini akan difokuskan pada lampu lalu lintas yang berada di kawasan wisata.

“Selain itu kami juga perintahkan lampu lalu lintas, yang merah kuning hijau untuk disesuaikan, khususnya yang masuk daerah wisata agar hijaunya diperpanjang,” paparnya.

Terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan meningkat pada Januari, Dishub Jatim mengakui faktor cuaca dapat memengaruhi keselamatan lalu lintas. Koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait terus dilakukan sebagai langkah mitigasi.

“Kami juga mengantisipasi cuaca ekstrem ya, karena cuaca ekstrem merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page