Jelang Musim Tanam, Dispertan Grobogan Yakin Penyerapan Pupuk Subsidi Sesuai Target

Avatar of Redaksi
IMG 20241003 WA0134
DIMULAI: Penyaluran pupuk subsidi saat musim tanam 1 (MT-1) di Grobogan (Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Grobogan berharap alokasi pupuk bersubsidi dapat terserap maksimal di Musim Tanam Pertama (MT-1)

Setelah sebelumnya jumlah alokasi pupuk di Grobogan telah ditambah oleh pemerintah pusat pada Tahun Anggaran 2024. Hal itu, diungkapkan oleh Sunanto, Kepala Dispertan setempat, Kamis (3/10/2024).

Kepada media, Sunanto sempat menjelaskan tentang rincian tonase jumlah alokasi pupuk bersubsidi tahun anggaran 2024 di wilayah Kabupaten Grobogan.

Di mana, pupuk urea sebanyak 83,2 ribu ton atau 83.295.362 kilogram, untuk pupuk NPK 63,3 ribu ton atau 63.302.268 kilogram, dan terakhir untuk pupuk organik atau pupuk POG sebanyak 13 ribu ton atau 13.000.000 kilo gram.

Sementara untuk serapan pupuk subsidi di kabupaten Grobogan mencapai 53,48 persen untuk pupuk urea, sementara 49,29 persen untuk NPK dan 1,42 persen untuk pupuk POG.

“Karena di bulan Juli Agustus itu memang akhir musim tanam, sehingga pupuk belum dibutuhkan (para petani),” katanya

lebih lanjut, dikatakan dengan dimulainya musim tanam (MT-1) bulan ini maka serapan (Pupuk Subsidi) juga akan meningkat.

“Otomatis serapan (pupuk subsidi) akan meningkat,” tambahnya.

Penyerapan pupuk subsidi saat ini diharapkan akan dapat menembus 100 persen. Namun, pihaknya juga akan mengevaluasi untuk perkembangan serapan pupuk subsidi pada setiap bulan hingga akhir tahun.

“MT-1 ini kita juga masih memantau dan menyesuaikan kebutuhan para petani. Seberapapun serapan nantinya juga akan kita maklumi, karena penambahan alokasi pupuk paska MT-2,” katanya.

“Sebelum bulan April (2024) alokasi masih separo-nya alokasi saat ini, dan MT-3 atau penutupan masa tanam kebutuhannya tidak sebesar MT-1 dan MT-2,” imbuhnya.

Saat ini, sambung Sunanto, sistem pengalokasian atau jumlah pupuk menggunakan sistem usulan. Sehingga, petani mengusulkan untuk urea 2,5 Kwintal atau 250 kilogram per hektar.

“Sebelum penambahan dari 250 kilogram hanya terpenuhi sekitar 55 persen, atau hanya satu Kwintal lebih berapa gitu,” katanya.

“Setelah ada penambahan bisa mencapai 98 persen dari usulan 2,5 Kwintal, per hektar, per musim tanam,” imbuhnya.

Kepala Dispertan itu menyatakan, saat ini pupuk subsidi yang berada di gudang pupuk Indonesia, distributor dan pengecer atau KPL masih tersedia, ia berharap petani bisa menyerap atau segera menebus pupuk bersubsidi, agar gudang pupuk diisi lagi untuk persediaan serapan kedepan.

“Nanti diharapkan, secara distribusi pupuk mencukupi kebutuhan petani dan tidak memiliki kendala di distribusinya,” pungkasnya. (Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page