Jawa Timur Terancam Cuaca Ekstrem, Khofifah Instruksikan Operasi Modifikasi Cuaca

Cuaca Ekstrem
Gubernur Jatim Khofifah saat memberikan penjelasan terkait upaya menghadapi cuaca ekstrem. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Menyikapi update rilis terkait cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memerintahkan jajarannya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).

OMC ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi datangnya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur.

BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

“Kami sudah mendapatkan rilis kewaspadaan dari BMKG Juanda terkait cuaca ekstrem di Jawa Timur yang potensinya bisa mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi mulai hujan sedang – lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es,” kata Khofifah, Senin (8/12/2025).

Khofifah menambahkan pihaknya telah melakukan OMC sejak pekan lalu di wilayah yang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi, seperti Bangkalan, Banyuwangi, Kota Batu, Kab-Kota Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kab-Kota Kediri, Lamongan.

Selain itu juga di Lumajang, Magetan, Kab-Kota Malang, Kab-Kota Mojokerto, Ngawi, Pamekasan, Kab Pasuruan, Kota Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Kota Surabaya, dan Tuban. BMKG sendiri telah memberikan peringatan waspada cuaca ekstrem pada periode 30 November-9 Desember 2025.

“Kami sudah memulai OMC sejak 5 Desember kemarin dan masih berlanjut hingga hari ini. Hal ini untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana,” tambahnya.

IMG 20251205 WA0007
Awan gelap terlihat di salah satu sudut Kota Surabaya. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

OMC sendiri dilakukan dengan menyemai CaO sebanyak 1.000 kg menggunakan pesawat Cessna C208/PK-SNM. Modifikasi cuaca ini berguna untuk mengurangi curah hujan tinggi yang dapat memicu potensi banjir di sejumlah wilayah. Operasi ini akan terus dilakukan hingga akhir 2025.

“Mengingat sampai tanggal 9 Desember info BMKG hujan relatif merata di Jawa Timur, baik ringan, sedang sampai lebat diikuti angin sedang sampai kencang dan berpotensi longsor di beberapa tempat,” paparnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menuturkan pihaknya terus melakukan upaya untuk mengantisipasi datangnya bencana hidrometeorologi. Dirinya juga terus menjalin komunikasi dengan BMKG untuk mendapat update terkait pembentukan dan pergerakan awan di Jawa Timur.

“Kami berkoordinasi intens dengan BMKG Juanda khususnya terkait potensi pertumbuhan awan di Jawa Timur,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page