
Surabaya, Kabarterdepan.com – Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan kelompok rentan lainnya demi menciptakan generasi sehat, cerdas, dan produktif.
Hingga awal November 2025, program MBG telah melayani sekitar 40,8 juta penerima manfaat, dengan target mencapai 82,9 juta penerima hingga akhir tahun 2025.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Jawa Timur saat ini merupakan penerima terbesar program MBG dengan total 3,5 juta orang. Dengan jumlah sebanyak itu tentu diperlukan kerja sama dan komunikasi yang solid antar Forkopimda agar tepat sasaran.
“Di Jawa Timur, ada 3,5 juta penerima manfaat, termasuk ibu hamil,” jelas Khofifah saat ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Kabupaten/Kota, dan Kecamatan se-Jawa Timur tahun 2025 di Grand City Convex Surabaya, Selasa (4/11/2025).
Ada Barokah di MBG
Dirinya menambahkan MBG bukan hanya sekedar program pemerintah untuk memperbaiki gizi di masyarakat, tetapi juga di dalamnya terdapat unsur spiritual dan sosial di dalamnya.
Oleh sebab itu para bupati dan wali kota harus bekerja dengan baik agar penyaluran MBG dapat sesuai sasaran, karena terdapat nilai amal di dalamnya.
“Kami pernah sampaikan ke Pak Presiden Prabowo, bahkan sebelum beliau dilantik. Program ini punya dimensi barokah. Dan Pak Presiden paham itu. Oleh karenanya yang kita lakukan ini harus menjadi amal jariyah. Jangan hanya formalitas,” tambahnya.
Selain itu Khofifah juga menyinggung program lain seperti Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini juga tidak kalah penting, dimana dapat memberi harapan bagi masyarakat miskin agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
“Banyak keluarga yang menunggu Sekolah Rakyat dibuka. Ini membuktikan program ini betul-betul menyentuh rakyat,” pungkasnya. ***
