
Blora, Kabarterdepan.com- Sepanjang 26,2 kilometer jalan Provinsi Jawa Tengah, tepatnya pada ruas Ngawen-Todanan, Kabupaten Blora belum tersentuh betonisasi hingga tahun 2025.
Kepala Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi Dinas PU Binamarga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Binawan Nur Tjahjono mengungkapkan ruas jalan tersebut memiliki total panjang 27,70 Kilometer, namun hanya sekitar 1,5 kilo meter yang sudah dilakukan rigit beton.
“Masih ada 26,2 kilometer yang masih belum dilakukan betonisasi,” ujar Binawan, Sabtu (19/4/2025).
“Saat ini kondisi jalan rusak ringan,” imbuh Binawan.
Estimasi Perbaikan Jalan Ngawen-Todanan
Selanjutnya, Binawan mengungkapkan biaya untuk rigit beton pada jalan tersebut akan menelan biaya yang tidak sedikit. Pada praket lengkap dengan bahu jalan kanan kiri mencapai Rp 10 miliar per kilometernya.
“Estimasi luas rigit beton itu 7,5 meter, lalu bahu jalan satu meter di kanan dan kiri jalan. Dari pengerjaan itu per kilometernya sekitar Rp 10 miliar,” terangnya.
Dari estimasi itu, sambung Binawan, pengerjaan betonisasi ruas jalan Ngawen-Todanan akan mencapai Rp 262 Miliar, dengan akumulasi 26,2 Kilometer pengerjaan betonisasi.
Lebih lanjut, Binawan mengungkapkan sebelumnya ruas jalan Ngawen-Todanan adalah ruas jalan alih status dari Pemkab Blora menjadi Jalan Provinsi. Alih status itu dilakukan pada tahun 1994 silam.
Hingga saat ini, sambung Binawan, baru dapat melakukan beberapa perbaikan diruas jalan itu. Diantaranya, pada Tahun 2017 dilakukan overlay (penambahan lapisan) sepanjang 1 kilometer, lalu tahun 2022 overlay sepanjang 2,85 kilometer.
“Terakhir tahun 2023 dilakukan rigit sepanjang 500 meter dan overlay 1,3 kilometer,” tambah Binawan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada tahun anggaran 2025, ruas jalan Ngawen-Tonanan, Kabupaten Blora mendapatkan alokasi perbaikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Tengah, secara bertahap.
Pada tahap pertama, pengerjaan 1 Kilometer dengan total anggaran Rp 1,7 Miliar. Lalu tahap kedua akan dilakukan pengerjaan sepanjang 3 kilometer dengan anggaran Rp 16 Miliar.(Fitri)
