Jalan Kaki 10.000 Langkah, Rahasia Panjang Umur atau Sekadar Trik Marketing?

Jalan Kaki 10.000 Langkah
Ilustrasi berjalan kaki. (Freepik)

Gaya Hidup, Kabarterdepan.com – Pernahkah kamu merasa bersalah saat melihat smartwatch di pergelangan tanganmu hanya menunjukkan angka 3.000 langkah di penghujung hari? Kita semua seolah sudah “dicuci otak” bahwa angka jalan kaki 10.000 langkah adalah harga mati untuk hidup sehat.

Standar ini sudah mendarah daging, mulai dari aplikasi kesehatan di ponsel hingga tantangan kebugaran di kantor. Namun, sebagai seseorang yang hobi mengulik data kesehatan, ditemukan fakta yang cukup mengejutkan: angka keramat ini ternyata bukan lahir dari laboratorium medis, melainkan dari sebuah kampanye iklan di Jepang tahun 1960-an.

Mari kita bedah secara santai namun mendalam, apakah kita benar-benar butuh melangkah sejauh itu, ataukah selama ini kita hanya mengejar angka tanpa makna?

Sejarah Unik di Balik Angka “Manpo-kei”

Sebelum kita membahas efektivitasnya secara medis, kita perlu memutar waktu ke tahun 1965. Saat itu, sebuah perusahaan bernama Yamasa Clock meluncurkan alat penghitung langkah (pedometer) pertama yang diberi nama Manpo-kei. Dalam bahasa Jepang, “Man” berarti 10.000, “Po” berarti langkah, dan “Kei” berarti meter.

Lucunya, pemilihan angka 10.000 bukan didasarkan pada riset tingkat kolesterol atau kesehatan jantung. Alasan utamanya adalah estetika. Karakter kanji untuk angka 10.000 terlihat menyerupai orang yang sedang berjalan dengan gagah.

Branding ini begitu sukses hingga seluruh dunia mengadopsi jalan kaki 10.000 langkah sebagai standar emas aktivitas fisik harian kita hingga hari ini.

Apa Kata Sains Modern Tentang Jalan Kaki 10.000 Langkah?

Jika angka itu hanya strategi pemasaran, apakah berarti kita selama ini tertipu? Tidak juga. Berjalan kaki tetaplah olahraga low-impact terbaik yang bisa dilakukan siapa saja. Namun, ilmu pengetahuan punya perspektif yang lebih “baik hati” bagi kamu yang sibuk.

Mengutip laporan dari Harvard Health Publishing yang merujuk pada penelitian Dr. I-Min Lee, ditemukan fakta bahwa wanita yang melakukan jalan kaki 10.000 langkah memang memiliki tingkat kesehatan yang baik, namun manfaat kesehatan yang signifikan sebenarnya sudah mulai terasa sejak langkah ke-4.400.

Yang lebih menarik, tingkat penurunan risiko kematian dini cenderung mendatar atau mencapai titik jenuh setelah seseorang mencapai sekitar 7.500 langkah.

Artinya, berjalan lebih dari itu memang membakar lebih banyak kalori, tetapi manfaat tambahan untuk perlindungan penyakit kronis tidak meningkat secara drastis.

Selain itu, studi besar yang dimuat dalam JAMA Network Open tahun 2021 memperkuat hal ini. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mencapai setidaknya 7.000 langkah sehari memiliki risiko kematian dini 50% hingga 70% lebih rendah dibandingkan mereka yang bergerak sangat sedikit.

Ini kabar baik bagi kita semua: kamu tidak perlu terobsesi mencapai angka lima digit jika target 7.000 langkah sudah bisa membuat tubuhmu jauh lebih bugar.

Dalam dunia kesehatan, kita sering lupa membahas tentang intensitas. Berjalan santai sambil melihat etalase toko di mal tentu berbeda dampaknya dengan jalan cepat (brisk walking) yang membuat napas sedikit terengah.

Aktivitas fisik yang rutin, meskipun jumlah langkahnya tidak mencapai target fantastis, jauh lebih baik daripada menjadi weekend warrior—orang yang diam sepanjang minggu tapi memaksakan diri berlari maraton di hari Minggu.

Tubuh kita lebih mencintai konsistensi. Menambah intensitas langkah, seperti melewati tanjakan atau mempercepat tempo, bisa memberikan efek kardiovaskular yang lebih kuat meski durasinya singkat.

Tips Mencapai Target Tanpa Terasa Terbebani

Jika kamu ingin mulai menerapkan kebiasaan jalan kaki 10.000 langkah atau setidaknya mencapai angka 7.000 yang lebih realistis, jangan mulai dengan perubahan ekstrem. Berikut beberapa trik micro-workout yang bisa kamu selipkan:

  • Pilih Rute Terjauh: Saat di kantor atau mal, pilih toilet yang berada di lantai berbeda atau parkir kendaraan di area yang agak jauh dari pintu masuk.

  • The Phone Walk: Biasakan menerima telepon sambil berdiri atau berjalan mondar-mandir di ruangan. Tanpa sadar, kamu bisa menambah 500-1.000 langkah dalam satu percakapan panjang.

  • Tangga adalah Sahabat: Ganti lift dengan tangga untuk satu atau dua lantai. Ini adalah cara tercepat meningkatkan detak jantung sekaligus menambah jumlah langkah secara berkualitas.

Pada akhirnya, jalan kaki 10.000 langkah adalah target yang luar biasa jika kamu mampu mencapainya tanpa stres. Namun, secara medis, kamu tidak perlu merasa gagal jika angka di ponselmu hanya menunjukkan 7.000 atau 8.000 langkah. Fokuslah pada bagaimana tubuhmu merasa, kualitas tidur yang membaik, dan metabolisme yang lebih lancar.

Kesehatan bukan tentang memenangkan perlombaan angka dengan algoritma ponsel, melainkan tentang menjaga konsistensi agar tubuh tetap bergerak setiap hari. Jadi, sudahkah kamu melangkah hari ini?(*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page