IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Izin Operasional BPRS Resmi Dicabut, Pemkot Mojokerto Siapkan BUMD Baru

Avatar of Jurnalis : Lintang - Editor : Yunan
WhatsApp Image 2024 02 12 at 4.43.48 PM
Sekretaris Daerah Kota Mojokerto menerima dokumen Keputusan Tindak Lanjut Status Pengawasan BPRS di Kantor OJK Jawa Timur (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Mojokerto saat ini sedang menyiapkan pembentukan BUMD baru setelah penghentian operasional PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Pj Wali Kota Mojokerto M. Ali Kuncoro mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan Pencabutan Izin Usaha PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda).

Responsive Images

Keputusan itu diambil berdasarkan atas Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-13/D.03/2024 per 26 Januari 2024. Sejak keputusan tersebut dikeluarkan, kantor BPRS akan ditutup untuk umum dan segala kegiatan usaha dihentikan.

Terkait hal ini, Ali Kuncoro memastikan, pihaknya akan mengikuti keputusan yang telah ditetapkan. Ia juga mengimbau para nasabah untuk tetap tenang.

Tak hanya itu, sosok yang akrab disapa Mas Pj Wali juga meminta masyarakat tak terprovokasi melakukan hal-hal yang dapat menghambat proses pembayaran klaim penjaminan dan likuidasi bank.

“Pengurus BPRS dan PSP telah menerima keputusan tersebut dan akan membantu LPS dalam proses likuidasi BPRS. Dengan pembayaran simpanan sampai Rp 2 miliar. Jadi nasabah tidak perlu khawatir, karena dapat dipastikan simpanan akan dibayar sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Mas Pj, Rabu (31/1/2024).

Lebih lanjut, Mas Pj yang juga menjabat sebagai Kadispora Jatim ini mengatakan, pihaknya saat ini sedang berupaya untuk membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru. Ini nantinya akan bergerak di sektor yang masih terkait dengan pariwisata, terutama ekonomi kreatif.

Mengingat, Kota Mojokerto memiliki latar belakang sejarah yang kuat, yakni Kerajaan Majapahit. Sehingga memiliki warisan budaya tangible maupun intangible, termasuk “Spirit of Majapahit”, yang dapat menjadi potensi daya tarik bagi wisatawan.

“Langkah ini juga sebagai komitmen kami untuk pengembangan Daya Tarik Wisata Kota (DTWK) di Kota Mojokerto. Serta menumbuhkan perekonomian daerah dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Proses pendirian BUMD baru saat ini berada pada tahap evaluasi Dokumen Usulan Pendirian BUMD Kota Mojokerto oleh Subdit BUMD dan BLUD Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (*)

Tinggalkan komentar