
Surabaya, Kabarterdepan.com – Sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah Pemerintah saat ini menggalakkan transmigrasi untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Bukan hanya sekedar memindahkan penduduk dari satu wilayah ke tempat baru, transmigrasi saat ini difokuskan untuk menciptakan produktivitas baru yang berbasis sains dan teknologi.
Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan melalui program ekspedisi patriot, pihaknya mengajak mahasiswa/peneliti muda dari universitas top ke kawasan transmigrasi untuk riset, pengembangan ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat, mengubahnya menjadi pusat pertumbuhan baru dengan pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah, dan komunitas untuk pembangunan berkelanjutan.
“Saya kemarin mendapatkan telpon dari tokoh masyarakat di Papua Selatan yang menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran SDM unggul dari tim ekspedisi patriot yang berhasil memberikan dampak positif di wilayah tersebut,” kata Sulaiman saat ditemui di Forum Dewan Guru Besar Indonesia, ITS, Surabaya, Kamis (11/12/2025).
Dirinya menambahkan Kementerian Transmigrasi juga mengapresiasi peran serta lembaga pendidikan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang juga turut berperan dalam menghidupkan kawasan transmigrasi di Indonesia melalui program golden ticket.

Golden ticket adalah program beasiswa S1 yang diberikan khusus oleh ITS kepada anak anak transmigrasi. Nantinya setelah selesai menempuh pendidikan mereka akan kembali dan memajukan kawasan transmigrasi melalui sains dan teknologi.
“Cuma nanti saya akan coba komunikasikan apakah bisa luliah S1 nya itu di kawasan transmigrasi. Kalau untuk matrikulasi tidak masalah di Surabaya, tapi hari hari kuliahnya di wilayah transmigrasi. Supaya mereka bisa langsung praktek,” tambahnya.
Rektor ITS
Sementara itu rektor ITS, Bambang Pramujati menuturkan dalam membangun kawasan transmigrasi, SDM memegang peranan penting agar wilayah tersebut dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Oleh sebab itu pihaknya memberikan kesempatan bagi anak di wilayah 3T atau yang dekat dengan kawasan transmigrasi untuk menempuh pendidikan di ITS .
“Setelah kami data saat ini ada 117 SMA yang berada di wilayah tersebut dan saat ini kami sedang membuat mekanismenya agar kami bisa menggandeng mereka,” tuturnya.
Pihaknya juga akan melakukan seleksi terkait jurusan mana yang akan dibuka untuk program golden ticket. ITS juga akan mengajak kerja sama pemerintah daerah dalam proses pemberian beasiswa.
“Jadi ini adalah jalur khusus tanpa tes yang kami hadirkan untuk anak anak transmigrasi,” pungkasnya.
