ITF Bawuran Siap Tampung Sampah Kota Yogyakarta, Tunggu Pembangunan Selesai

Avatar of Redaksi
IMG 20250312 WA0041
Sejumlah kepala daerah diperlihatkan fungsi kerja insenerator di Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran, Sentulrejo, Bawuran, Pleret, Bantul, DIY, Selasa (12/3/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com- Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran disebut bakal memperbarui kontrak kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk pengelolaan sampah. Tempat ini rencananya akan beroperasi pada April 2025 mendatang.

Direktur PD Aneka Dharma, Yuli Budi Sasangka menyampaikan jika pihaknya hingga saat ini belum menentukan harga kontrak kerjasama dengan daerah dalam pengolahan sampah.

Dengan kapasitas yang direkomendasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebesar 300 ton per hari pihaknya yakin bisa mengkolaborasikan pengelolaan tersebut. Selain itu jika dipaksakan, hal tersebut akan berdampak pada lingkungan sekitar.

Yuli menyampaikan pada tahun 2024 pihaknya telah melakukan negosiasi dengan Pemkot Yogyakarta dalam pengolahan sampah untuk pembakaran sampah dengan biaya Rp450 ribu. Namun karena kapasitas yang terbatas, hal tersebut urung dilakukan.

“Jadi begini, memang pernah ada yang bekerjasama dengan Pemkot Yogyakarta yang harganya sebesar itu kami belum berkontrak resmi, tapi bahwa ada ancernya-ancernya seperti itu,” katanya saat diwawancarai wartawan pada Selasa (12/3/2025).

Ia menyampaikan terkait harga akan disesuaikan dengan kondisi dari daerah yang ingin sampahnya dikelola. Ia menyampaikan bahwa Pemkot Yogyakarta saat ini telah melakukan banyak penambahan pengolahan sampah di berbagai tempat.

Meskipun Kota Yogyakarta memiliki potensi sampah yang besar, hal tersebut menurutnya hal tersebut dapat membuat tarif pengolahan sampah di ITF Bawuran menurun secara harga.

Pihaknya berupaya untuk kembali bernegosiasi dengan melakukan Kerja Sama Operasional (KSO). “Ini kerjasamanya bukan dimediasi provinsi, tapi Government to Business (G to B),” ujarnya.

“Kita baru kemarin penjajakan ngobrol, nanti maksimal akan dengan kapasitas ini kita tidak ada aktivitas apapun. 50 ton per hari harus kita penuhi,” Imbuhnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page