
Surabaya, Kabarterdepan.com – Mengantisipasi meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di musim penghujan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan sebagai langkah preventif masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri di puskemas jika merasakan gejala gejala gangguan kesehatan.
“Ya kita mengimbau kepada masyarakat kalau merasa gejala seperti batuk harus pakai masker, dan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat,” kata Nanik, Jumat (28/11/2025).
Dirinya menambahkan pihaknya juga menerjunkan tim dari puskesmas untuk terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait ISPA.
PHBS Jadi Kunci Pencegahan ISPA
Tidak hanya sekadar menjaga kesehatan, masyarakat juga diminta melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

PHBS adalah tindakan kesehatan yang dilakukan atas kesadaran pribadi agar individu, keluarga, dan masyarakat dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam gerakan kesehatan.
“Setiap kesempatan kami selalu himbau kepada masyarakat lewat tim yang ada di puskesmas. Selain itu juga harus melakukan PHBS,” tambahnya.
Nanik menegaskan, seluruh tenaga kesehatan wajib melakukan deteksi dini indikasi ISPA dan memberikan penanganan sesuai standar.
“Hal ini krusial untuk mencegah kasus ISPA ringan berkembang menjadi Pneumonia,” paparnya.
Dinkes juga memperkuat pemantauan terhadap kasus ISPA berat dan Pneumonia yang berpotensi menimbulkan komplikasi, terutama pada balita dan lansia.
Sistem pelaporan kasus dilakukan secara cepat dan akurat melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kemenkes RI.
“Kami menerapkan pelaporan kasus secara real-time melalui aplikasi SKDR. Sistem ini memungkinkan Dinkes secara berkala menganalisis tren kasus untuk menilai potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) dan mengambil langkah respons cepat bila ditemukan lonjakan kasus di suatu wilayah,” pungkasnya.
