Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Hotel Aston Inn Batu Raih Tanda Kehormatan dari Pemkot Batu

Avatar of Jurnalis: Ahmad

 

GM Hotel Aston Inn Batu, Didik Rocky Wahyono, saat menerima Tanda Kehormatan Lencana Hakaryo Guno Mamayu Bawono Perak dari Wali Kota Batu, Nurochman. (Yan/kabarterdepan.com) 
GM Hotel Aston Inn Batu, Didik Rocky Wahyono, saat menerima Tanda Kehormatan Lencana Hakaryo Guno Mamayu Bawono Perak dari Wali Kota Batu, Nurochman. (Yan/kabarterdepan.com)

Kota Batu, Kabarterdepan.com- Komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan membawa Hotel Aston Inn Batu menerima Tanda Kehormatan “Lencana Hakaryo Guno Mamayu Bawono Perak” dari Pemerintah Kota Batu, Jumat (17/10/2025) lalu.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, kepada General Manager (GM) Hotel Aston Inn Batu, Didik Rocky Wahyono, atas dedikasi dan kontribusi dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah hotel yang inovatif, terukur, dan berbasis masyarakat.

Langkah yang dilakukan Hotel Aston Inn Batu menjadi bukti, bahwa praktik ramah lingkungan bukan hanya sekadar tren saja, namun akan tetapi kebutuhan yang bisa diterapkan secara konsisten di sektor perhotelan.

Dirinya menjelaskan, bahwa melalui program manajemen sampah terpadu, Hotel Aston Inn Batu memisahkan sampah basah, kering, dan B3 sejak dari sumber.

“Bahkan, ruang penyimpanan sampah basah dilengkapi dengan pendingin udara Air Conditioner (AC) untuk menjaga suhu, agar tidak menimbulkan bau dan mencegah berkembangnya bakteri,” terangnya kepada awak media,  Selasa (21/10/2025).

Kerja Sama Hotel Aston Inn Batu

Tak berhenti di situ, Hotel Aston Inn Batu, lanjut Didik Rocky juga menjalin kerja sama dengan Oikos Cycle, pengelola sampah berbasis masyarakat di kawasan wilayah Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Sampah organik dari dapur dan restoran diolah menjadi pakan bebek melalui budidaya maggot, sehingga tercipta ekosistem zero waste yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga masyarakat sekitar. Sementara itu, sampah kertas dan kardus didaur ulang, agar volume residu yang dikirim ke TPA Tlekung semakin kecil,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari Archipelago International, menurutmya Hotel Aston Inn Batu juga menjalankan kebijakan korporasi ramah lingkungan dengan mengganti air mineral kemasan plastik menjadi dispenser dan gelas kaca, menggunakan amenities kamar berbahan bambu dan kayu, serta dispenser isi ulang untuk sabun dan sampo.

“Di restoran, semua sedotan plastik telah diganti dengan sedotan kertas, sementara untuk coffee break dan takeaway digunakan box kertas serta bento box kayu yang dapat digunakan kembali,” urainya.

Pihaknya merasa terhormat dan terapresiasi pada saat menerima penghargaan tersebut, akan tetapi lebih dari itu, juga percaya pariwisata yang baik harus bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa hotel bisa menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah,” ujar Didik Rocky.

Dengan penghargaan ini, masih kata Didik Rocky, Hotel Aston Inn Batu menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor green hospitality yang ada di Kota Batu.

“Kami mengajak kepada seluruh pelaku industri pariwisata dan bisnis lainnya untuk turut serta dengan ikut berkontribusi menciptakan Kota Batu yang bersih, sehat, dan berdaya saing global,” pungkasnya. (Yan)

Responsive Images

You cannot copy content of this page