Inovasi Berbasis Teknologi dari Pegawai Eselon III Pemkab Blora, Diharapkan Jadi Reformasi Birokrasi

Avatar of Redaksi
IMG 20250415 WA0104
Suasana acara bimtek yang menyasar pegawai eselon III di lingkungan Pemkab Blora. (Fitri/kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com- Pegawai eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora harus memiliki inovasi dibidangnya berbasis data dan teknologi terbarukan. Hal itu sebagai strategi utama reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pemkab Blora melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Bimtek inovasi daerah kepada pegawai eselon III dilingkungan pemerintahan setempat.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Blora, Tri Cahyo Warsoko menututurkan perangkat daerah atau pegawai eselon III harus memiliki satu inovasi yang dilaporkan ke Pemkab Blora.

“Pemerintah Kabupaten Blora menargetkan setiap bidang di perangkat daerah (Eselon III) memiliki minimal satu inovasi yang dilaporkan,” ujar Kepala Bidang Riset dan Inovasi, Tri Cahyo Warsoko, saat membuka Bimtek inovasi daerah, Selasa (15/4/2025).

Dikatakan, inovasi atau karya dari pegawai eselon III bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Namun sudah menjadi bagian dari strategi penting Pemkab Blora untuk mengupayakan reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan.

“Selain itu dari inovasi itu dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata dia.

Ia berharap melalui kegiatan itu, pegawai Eselon III di lingkungan Pemkab Blora dapat melek teknologi. Sehingga proses penyusunan inovasi dapat dilakukan berbasis data serta teknologi terbarukan.

Di sisi lain, Sub koordinator Pengembangan Inovasi dan Teknologi, Wawan Dedi Marahendra mengatakan secara rinci struktur penyusunan naskah inovasi, alur penginputan ke sistem Informasi dan Pendaftaran Inovasi Blora atau SIP BRO.

“Selain itu dapat memanfaatkan teknologi terbarukan dengan memanfaatkan teknologi AI modern dalam mendukung proses penulisan narasi inovasi,” ujar dia.

Ia menilai penggunaan AI dapat mendukung penyusunan naskah inovasi yang sistematis dan argumentatif. Sehingga kendala pada penyusunan inovasi dapat diminimalisir oleh pegawai eselon III di lingkungan Pemkab Blora.

“Pemanfaatan teknologi AI akan menjadi game changer dalam proses penyusunan inovasi daerah. Tidak hanya mempercepat, tapi juga meningkatkan kualitas substansi narasi dan kesesuaian dengan format penilaian IGA (Innovative Government Award),” jelasnya. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page