
Life Style, Kabarterdepan.com – Jepang sudah lama dikenal sebagai negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rata-rata usia harapan hidup Orang Jepang mencapai lebih dari 84 tahun, salah satu yang tertinggi di dunia.
Banyak penduduk lanjut usia di Negeri Sakura tetap aktif bekerja bahkan terlihat awet muda. Bukan semata faktor genetik, tetapi juga karena gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang telah menjadi tradisi turun-temurun.
Rahasia Orang Jepang Panjang Umur
Dilansir dari berbagai sumber, inilah kebiasaan Orang Jepang yang dipercaya mampu memperpanjang umur.
1. Bangun Pagi
Orang Jepang terbiasa bangun pagi, bahkan sebelum matahari terbit. Paparan sinar matahari pagi membantu tubuh memproduksi vitamin D yang sangat penting untuk kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, sinar matahari pagi berperan dalam mengatur ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang memengaruhi kualitas tidur dan keseimbangan hormon.
Dilansir dari Japan Times, kebiasaan bangun pagi ini juga membuat orang Jepang lebih produktif karena mereka bisa merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.
2. Ritual Misogi
Misogi merupakan tradisi kuno Jepang yang berarti “pembersihan air”. Ritual ini dulunya dilakukan oleh para samurai untuk melatih kejernihan pikiran, kekuatan mental, dan fisik. Kini, misogi dipraktikkan dengan latihan pernapasan dalam atau meditasi di alam terbuka.
Teknik pernapasan dalam dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan oksigenasi sel, serta mengurangi kadar hormon stres kortisol.
3. Minum Air Putih di Pagi Hari
Saat bangun tidur, orang Jepang membiasakan diri minum segelas air putih sebelum beraktivitas. Kebiasaan ini berfungsi membersihkan racun dalam tubuh, mempercepat metabolisme, serta menjaga elastisitas kulit.
Dilansir dari Medical News Today, hidrasi yang cukup di pagi hari membantu menjaga kesehatan otak, meningkatkan konsentrasi, serta membuat tubuh lebih bertenaga sepanjang hari.
4. Radio Taiso
Latihan Radio Taiso adalah senam pagi sederhana yang diiringi instruksi dari radio atau televisi. Sejak tahun 1928, senam ini menjadi bagian dari rutinitas orang Jepang. Gerakan ringan yang dilakukan dipercaya melancarkan sirkulasi darah dan menjaga kekuatan otot. Bahkan di sekolah dan perkantoran, Radio Taiso masih sering dipraktikkan hingga kini.
5. Konsumsi Sayuran Segar
Orang Jepang dikenal sangat gemar mengonsumsi sayuran. Dilansir dari BBC Good Food, sayuran kaya akan vitamin, mineral, serta antioksidan yang berfungsi melawan radikal bebas penyebab penuaan. Tidak heran jika pola makan ini berkontribusi besar pada kesehatan dan vitalitas mereka.
6. Makanan Fermentasi
Miso, natto, dan acar sayuran adalah contoh makanan fermentasi yang banyak dikonsumsi di Jepang. Kandungan probiotiknya menyehatkan usus, memperkuat imun, serta menjaga kesehatan kulit.
Menurut penelitian yang dilansir dari National Library of Medicine, makanan fermentasi juga berperan dalam menjaga kesehatan mental karena memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus yang berkaitan dengan fungsi otak.
7. Minum Teh Hijau
Teh hijau menjadi minuman wajib di Jepang. Kaya polifenol dan antioksidan, teh mengonsumsi the hijau rutin dapat melindungi sel dari kerusakan, menurunkan risiko penyakit jantung, dan memperlambat proses penuaan.
8. Double Cleansing
Rahasia awet muda orang Jepang tidak lepas dari perawatan kulit. Mereka rutin melakukan double cleansing, yaitu membersihkan wajah dua kali sehari untuk mengangkat kotoran sekaligus menjaga kelembapan alami kulit. Kebiasaan ini dipercaya memperlambat munculnya keriput dan menjaga kulit tetap segar.
9. Ikigai
Ikigai adalah filosofi hidup orang Jepang yang berarti “alasan untuk bangun di pagi hari”. Memiliki tujuan hidup membuat mereka lebih bahagia dan termotivasi.
Dilansir dari buku Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life, orang yang menemukan ikigai terbukti memiliki tingkat stres lebih rendah, kesehatan mental lebih baik, dan umur yang lebih panjang.
10. Shinrin-yoku
Forest bathing atau Shinrin-yoku atau lebih tepatnya menghabiskan waktu di hutan, menjadi salah satu terapi alami favorit orang Jepang. Mandi hutan bukan sekadar berjalan-jalan atau berolahraga, melainkan seni meresapi hutan dengan seluruh indra dari aroma pepohonan hingga suara angin. Kebiasaan ini terbukti mampu menurunkan stres, mengangkat suasana hati, memperkuat imunitas, sekaligus menjaga tekanan darah tetap seimbang.
Dengan kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik ringan, serta filosofi hidup yang penuh makna, tak heran jika orang Jepang mampu menikmati hidup panjang sekaligus menjaga tubuh tetap sehat. (*)
