Ini yang Dilakukan Bupati Sragen Sigit Pamungkas saat Pertama Kali Ngantor

Avatar of Redaksi
IMG 20250304 WA0003
NGATOR: Momen Bupati Sragen Sigit Pamungkas disambut seluruh ASN dihalaman Gedung Terpadu Pemda Sragen.(Masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Hari pertama ngantor pasca retret di Magelang, Bupati Sragen Sigit Pamungkas disambut ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) didepan gedung kantor Pemda terpadu, Senin (3/3/2025)

Suasana romantis nampak terlihat saat seluruh ASN mulai dari Asisten, Kepala OPD, staf hingga kepala desa di Sragen menyempatkan diri untuk mengucapkan selamat datang kepada Bupati mereka yang baru.

Momen menarik juga terjadi saat Bupati Sigit memimpin apel pertama kali di depan Gedung Pemda Terpadu, Sigit memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen untuk segera mencairkan tunjangan penghasilan pegawai (TPP).

Diketahui, sebanyak sekitar 9.486 TPP para ASN dibulan Januari hingga Februari 2025 belum dicairkan, dikesempatan itu, Sigit meminta agar TPP tersebut dibayarkan pada Senin (3/3/2025) sebelum matahari terbenam.

Selain itu, saat berada diruangan kantor barunya Sigit Pamungkas langsung mengganti kursi empuknya di ruang kerjanya dengan kursi kayu berukirkan kursi rakyat yang ia bawa dari Rumah Dinas Bupati Sragen.

“Representasi kursi rakyat, supaya birokasi kita birokrasi rakyat, dan mengingatkan juga bahwa pemerintahan ini senantiasa milik rakyat,” kata Sigit sembari perlihatkan kursi diruang kerjanya.

Sigit juga memperlihatkan jika Kursi tersebut terdapat ukiran tulisan ‘RAKYAT’, pada sisi depan terdapat ukiran gambar petani yang membajak sawah menggunakan sapi, sementara sisi belakang ukuran gambar angkringan hingga dapur di rumah jawa.

“Kursi ini kursi rakyat, kita lahir dari rakyat untuk mengemban cita-cita rakyat, ingat apa yang menjadi masalah rakyat dan kita punya tanggungjawab untuk memberikan solusi,” jelas Sigit.

Sebagai pemimpin yang lahir dari rakyat Ia juga memiliki kewajiban memberikan pelayanan terbaik untuk rakyat. Kursi itu juga menjadi pengingat agar dirinya tidak mengambil jarak dengan rakyat.

“Sebagai pengeling (pengingat) kekuasaan ini dari rakyat, maka harus memperjuangkan mendedikasikan diri sebaik-baiknya dengan rakyat,” lanjut dia.

“Kursi yang empuk nantinya biar dipakai oleh rakyat saat melayani rakyat,” imbuhnya.

Sebagai informasi tambahan, Bupati Sigit dan keluarga juga sudah menempati rumah dinas bupati sejak Minggu (2/3/2025) malam. Menurutnya, menempati rumah dinas fasilitas negara bukanlah sesuatu yang baru bagi dirinya, dan tak ada ritual khusus saat menempatinya.

“Semalam tidur disana. Rasanya ya biasa, yang penting nyaman dan semoga tidak horor,” bebernya sebari tersenyum.(Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page