
Jakarta, Kabarterdepan.com – Pemerintah resmi menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama untuk tahun 2026. Keputusan ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh Menteri Agama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Menteri Ketenagakerjaan.
“Untuk tahun 2026, total hari libur nasional adalah 17 hari, sedangkan cuti bersama sebanyak 8 hari,” ujarnya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, Jumat (19/9/2025).
Daftar 17 Hari Libur Nasional Tahun 2026
– 1 Januari: Tahun Baru 2026
– 16 Januari: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
– 17 Februari: Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
– 19 Maret: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
– 21 Maret: Idul Fitri 1447 H
– 22 Maret: Idul Fitri 1447 H
– 3 April: Wafat Yesus Kristus
– 5 April: Hari Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)
– 1 Mei: Hari Buruh Internasional
– 14 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
– 27 Mei: Idul Adha 1447 H
– 31 Mei: Hari Raya Waisak 2570 BE
– 1 Juni: Hari Lahir Pancasila
– 16 Juni: 1 Muharram 1448 H (Tahun Baru Islam)
– 17 Agustus: Hari Proklamasi Kemerdekaan
– 25 Agustus: Maulid Nabi Muhammad SAW
– 25 Desember: Hari Raya Natal
Libur nasional telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, sementara cuti bersama diputuskan melalui koordinasi lintas kementerian.
8 Hari Cuti Bersama 2026
Cuti bersama pada 2026 ditempatkan berdekatan dengan hari besar keagamaan maupun nasional, yaitu:
– 16 Februari (Tahun Baru Imlek)
– 18 Maret (Nyepi)
– 20, 23, dan 24 Maret (Idul Fitri)
– 15 Mei (Kenaikan Yesus Kristus
– 28 Mei (Idul Adha)
– 24 Desember (Natal)
Sementara itu, kata Menteri Agama, Nasaruddin Umar, pembagian hari libur nasional tahun 2026 dirancang secara adil untuk seluruh pemeluk agama di Indonesia.
“Islam 5 kali hari liburnya, Kristen dan Katolik 4 kali, kemudian Hindu 1 kali, Buddha 1 kali, Khonghucu 1 kali. Jadi penyebarannya merata,” ungkapnya. (*)
