Induk Gajah Tolak Tinggalkan Anaknya yang Tewas Tertabrak Truk di Malaysia, Kini Dikembalikan ke Hutan

Avatar of Redaksi
SmartSelect 20250512 073222 TikTok
Potret induk gajah yang menolak meninggalkan truk yang menabrak anaknya. (Tik Tok)

Internasional, Kabarterdepan.com – Sebuah video mengharukan viral di media sosial dan menggugah hati warganet di seluruh dunia.

Dalam rekaman tersebut memperlihatkan seekor induk gajah yang dengan penuh emosi menolak meninggalkan lokasi kecelakaan tragis yang merenggut nyawa anaknya.

Peristiwa memilukan ini terjadi, Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat, di Jalan Raya Timur-Barat, negara bagian Perak, Malaysia.

Seekor bayi gajah ditemukan tewas setelah tertabrak truk bermuatan ayam. Anak gajah itu tersangkut di bagian bawah truk dalam kondisi tak bernyawa.

Menurut informasi dari pihak berwenang, bayi gajah yang malang tersebut diperkirakan berusia sekitar lima tahun.

Sementara sang induk, yang berusia antara 25 hingga 27 tahun dan memiliki berat sekitar 2,2 ton, sempat bertingkah agresif dengan merusak bagian depan truk.

Diduga kuat, perilaku tersebut merupakan bentuk respons panik dan kemarahan sang induk atas kematian anaknya.

Induk gajah itu terus berusaha mendekati tubuh anaknya, menolak untuk pergi meski situasi di sekitarnya mulai dikendalikan oleh pihak berwenang.

Departemen Perlindungan Satwa Liar dan Taman Nasional Malaysia (Perhilitan) akhirnya terpaksa menggunakan obat penenang untuk mengamankan hewan tersebut.

Direktur Konservasi Satwa Liar Perak, Yusoff Shariff, menyampaikan keprihatinannya atas insiden ini dan berharap induk gajah tersebut tidak kembali ke TKP.

“Ada kemungkinan gajah tersebut akan kembali ke lokasi kejadian, namun kami harapkan ia akan bertemu dengan kawanan lainnya dan mengikuti mereka,” ujarnya, dikutip dari media lokal Astro Awani.

Setelah anak gajah dipindahkan untuk proses penguburan, induk gajah diderek menggunakan kendaraan roda empat dan dikembalikan ke kawasan hutan.

Sebagai respons atas insiden ini, Perhilitan Perak mengimbau para pengemudi untuk melintasi jalur tersebut antara pukul 11.00 hingga 16.00 guna meminimalisir kemungkinan bertemu dengan satwa liar.

Jalan Raya Timur-Barat diketahui sebagai kawasan yang rawan pertemuan antara manusia dan gajah akibat penyempitan habitat alami hewan-hewan tersebut. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page