Indahnya Toleransi, Peringatan Maulid Nabi di Masjid Kota Mojokerto Didukung Gereja

Avatar of Redaksi
IMG 20240929 WA0045
Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW fi Masjid Al Muaishim, Kota Mojokerto. (Redaksi/Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, kabarterdepan.com – Indahnya toleransi tercipta kala Masjid Al Muaishim di kota Mojokerto menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (28/9/2024) malam.

Peringatan Maulid Nabi di masjid yang beralamat di jalan Kapten Piere Tendean Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini berlangsung meriah dan khidmat.

Di balik sukses itu ada toleransi beragama yang tampak. Sebab tak jauh dari masjid itu terdapat gereja. Pihak gereja ikut mendukung pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, salah satunya menyediakan fasilitas tempat bagi pengunjung jemaah.

“Sebelah sini dekat Gereja, acara ini didukung juga Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sentanan, rasa toleransi lingkungan ini sangat tinggi. Malah menyediakan fasilitas tempat bagi pengunjung jamaah sudah memenuhi kapasitas,” ujar Ketua Panitia, Muayanah Ali, Sabtu (28/9/2024).

“Biasanya hari Sabtu disinikan ada kebaktian, ini ditiadakan sementara oleh pihak gereja demi acara Maulid Nabi bisa berjalan dengan sukses, namun kebaktian hari minggu berjalan seperti biasa. Dan selesai acara Maulid Nabi, panggung kita langsung dibongkar. Toleransi sangat luar biasa. Terimakasih salut sekali pada pihak gereja,” imbuhnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Muaishim itu mendatangkan KH Asaduddin Mudzakir dan diiringi seni Gambus Al Asyek daribTegal, Jawa Tengah.

Muayanah Ali menyampaikan terimakasih kepada semua pengurus masjid dan warga Kelurahan Sentanan.

“Kami selaku ketua mengucapkan banyak terimakasih sehingga pelaksanaan peringati Maulid Nabi Muhammad SAW berjalan begitu meriah”, katanya.

Kegiatan Maulid Nabi ini baru pertama kali digelar segera meriah dan megah di Masjid Al Muaishim.

“Alhamdulilah warga begitu antusias dan luar biasa, yang mana pendukung anggaran ini merupakan swadaya masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, tujuan serangkaian acara kegiatan ini, adalah dapat menumbuh semangat gotong royong atau kerja bakti pada masyarakat. Hal ini dapat menumbuhkan perekonomian lingkungan sekitar.

Sementara itu, KH Asaduddin Mudzakir mengatakan, pihak gereja telah menyediakan tempat untuk kegiatan Maulid Nabi ini.

“Yo iki toleransi. Umat kanjeng nabi menerima semua kalangan lapisan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page