
Surabaya, Kabarterdepan.com — Menyambut perayaan tahun baru Imlek 2576 Kongzili, suasana di klenteng Hong San Ko Tee, Surabaya terlihat ramai oleh umat Tri Dharma yang melakukan sembahyang.
Perayaan tahun baru Imlek bukan hanya sekedar peringatan keagamaan, tetapi juga momentum bagi umat Tri Dharma untuk berkumpul bersama keluarga.
Selain menjadi tradisi budaya, perayaan ini juga dimaknai sebagai awal perjalanan baru yang penuh harapan baik. Imlek pada tahun 2026 ini bertempatan dengan tahun kuda api. Tahun kuda api membawa simbol tentang kecepatan, keberanian, dan semangat yang membara untuk terus bergerak maju.
“Api ini kan kayak melambangkan semangat dan gairah, terus kuda melambangkan kelincahan, jadi diharapkan semua bisa lancar dan gesit dengan semangat membara menghadapi rintangan dan masalah,” kata Erdina selaku pengurus Klengteng Hong San Ko Tee, Selasa (17/2/2026).
Rangkaian Ibadah Tahun Baru Imlek

Erdina menambahkan rangkaian ibadah perayaan tahun baru Imlek dimulai sejak Selasa (17/2/2026) dini hari, pada momen tersebut umat Tri Dharma bersembahyang sebagai ungkapan terima kasih atas tahun yang sudah dilewati, lalu pada pagi hari, ibadah dilanjutkan dengan tujuan untuk meminta keselamatan, kesehatan dan rejeki yang berlimpah.
“Kalau yang jam 12 malam itu ibadah untuk rasa terima kasih atas setahun kebelakang, kalau yang pagi ini ibadah untuk harapan supaya tahun ini diberi kemudahan, keselamatan, dan rejeki,” tambahnya.
Sementara itu salah satu umat Tri Dharma yang melaksanakan ibadah di Klenteng Hong San Ko Tee, Liman menuturkan tentu harapan di tahun ini semoga semuanya jadi lebih baik.
“Tentunya ya harapannya semoga semua lebih baik dari tahun sebelumnya, diberi keselamatan dan rejeki yang berlimpah,” tuturnya.
Berbicara mengenai tradisi imlek, Liman bercerita jika biasanya dirinya bersama istri berkunjung ke sanak saudara dan keluarga dekat. Seperti biasa disana mereka berkumpul bersama dan saling mendoakan agar tahun baru ini bisa menjadi lebih baik lagi.
“Ya biasanya kumpul kumpul aja, makan makan sama keluarga. Tidak lupa juga bagi bagi angpao sama keponakan,” pungkasnya. (Husni Habib)
