Identitas Mayat Terapung di Sungai Code Bantul Terungkap, Korban Dilaporkan Hilang Sejak 28 Maret

Avatar of Redaksi
1743567857915
Sosok korban yang diketahui sebagai Ida Kurniawati yang ditemukan menunggal di Sungai Code, Wonokromo, Pleret, Bantul, DIY pada Selasa (1/4/2025). (Humas Polres Bantul for kabarterdepan.com) 

Bantul, Kabarterdepan.com – Polisi membeberkan perkembangan penemuan mayat terapung di Sungai Code, Wonokromo, Pleret, Bantul, DIY, Selasa (1/4/2025).

Korban meninggal tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan bernama Ida Kurniawati (22) yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry menyampaikan saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh Polres Bantul mengingat laporan hilangnya korban yang diterima dari Polres Wonogiri sudah sejak tanggal 28 Maret 2025.

Selain itu pihaknya juga mendapatkan informasi terkait hilangnya korban dari postingan Facebook akun Meishella Damayanti.

“Dari postingan tersebut korban diketahui sudah meninggalkan rumah tanpa alasan sejak tanggal 27 Maret 2025,” kata AKP I Nengah, Selasa (2/4/2025).

“Berdasarkan pengakuan keluarga korban, korban pamit kepada ibunya pergi bekerja menggunakan motor Honda Beat warna merah muda namun tidak kunjung pulang dan tidak ada kabar,” katanya.

Polres Bantul menyampaikan terus berkomunikasi dengan Polres Wonogiri terkait kejadian ini untuk ditindaklanjuti.

Polisi Pastikan Mayat Ida

Polisi menyampaikan telah melakukan identifikasi terhadap jasad korban disesuaikan dengan identitas Ida Kurniawati.

Identifikasi tersebut dilakukan dengan perekaman pada kartu AK-23 menggunakan alat inafis Portable System.

Dari hasil yang ditemukan menunjukkan identitas Ida Kurniawati, jenis kelamin perempuan, Islam, dengan tanggal lahir 12 Februari 2003 dan berprofesi sebagai mahasiswa asal Pare, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah.

“Kemudian dilakukan pemeriksaan perbandingan sidik jari mayat dengan data sidik jari telunjuk kiri pada data E-KTP atas nama Ida Kurniawati, ditemukan 12 titik,” katanya.

Hasil pemeriksaan Puskesmas Pleret

Jeffry menyampaikan berdasarkan pemeriksaan kondisi korban yang dilakukan oleh Puskesmas setempat, diketahui kondisi wajah korban mengelupas di bagian kulit kepala dan rambut.

“Tampak tengkorak (kepala) dengan beberapa gigi sudah tanggal. Selain itu sudah terlihat larva ukuran 0.5-1 cm dan beberapa sudah menjadi belatung yang keluar sari bagian wajah dan leher,” katanya.

Ia menyampaikan jika kondisi jari korban sudah mulai mengelupas dan ditemukan luka pada telapak tangan kanan searah bawah jempol.

“Panjang luka sekitar 3 cm. Untuk penyebab belum diketahui” katanya.

Terlihat juga kondisi memar di pergelangan tangan kanan, tidak hilang dengan penekanan dan bagian tubuh sudah mulai membengkak.

“Perkiraan kematian sekitar 3-4 hari, bisa lebih karena jenazah berada di dalam air,” katanya.

Sebelumnya, seorang mayat tanpa identitas ditemukan di Padukuhan Pendes, Wonokromo, Pleret, Bantul, DIY dalam kondisi mengapung di Sungai, Selasa (1/4/2025).

Sebelumnya, AKP I Nengah Jeffry menyampaikan mayat terapung tersebut ditemukan oleh para saksi saat sedang mencari pasir di sungai Code.

“Saksi 1 bernama Muhammad Mukhlis dan saksi 2 bernama Fandi Ferdian pada Selasa 1 April hendak mencari pasir di Sungai Code. Saat sampai, saksi Fandi mencium bau busuk dan memberitahu saksi Mukhlis,” katanya.

Saksi Mukhlis kemudian mencari asal bau busuk tersebut dan melihat ada jenazah dalam kondisi terapung di tepi sungai code.

Mukhlis melihat jika kondisi jenazah ditemukan dalam kondisi tidak wajar. “Jenazah ditemukan dalam kondisi terapung di tepi Sungai Code dalam kondisi terlentang dan muka hancur,” ujarnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page