
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Seorang ibu rumah tangga asal Mojokerto menjadi korban gendam saat hendak menaiki bus Trans Jatim Koridor VI dengan rute Sidoarjo–Mojokerto saat berada di area di Terminal Porong, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (29/5/2025) sore.
Korban diketahui bernama Durrah An Nahara (48), warga Dusun Karangpoh, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Saat itu, ia bersama keluarganya berniat mencoba layanan bus Trans Jatim untuk pertama kalinya.
Saat ditemui di Terminal Mojosari, Durrah menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika ia sedang antre menunggu bus di terminal. Tiba-tiba, seorang pria tidak dikenal menghampirinya dan mengajaknya berbincang.
“Saya waktu baris antre diajak ngomong sama orang, modusnya tanya-tanya,” ungkapnya.
Tidak lama kemudian, pria tersebut terus mengajak korban berbincang hingga akhirnya ia dipukul pada tangan bagian kanan oleh pelaku.
“Tiba-tiba bapak-bapak ini memukul saya sambil memberi kertas karena katanya nggak jadi naik bus,” tambahnya.
Setelah bus tiba, pria tersebut langsung kabur meninggalkan lokasi. Durrah pun tetap naik ke dalam bus. Namun, sesaat setelah berada di dalam kendaraan, ia baru menyadari bahwa dompetnya telah hilang.
“Di dalam tas ada uang, kartu identitas, handphone juga ada,” terangnya.
Kasus ini diduga kuat merupakan aksi gendam atau hipnotis dengan modus mengalihkan perhatian korban untuk melancarkan aksi pencurian.
Korban berencana melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib agar pelaku bisa segera ditangkap dan kejadian serupa tidak terulang.
“Ya rencana besok mau lapor polisi dan mengurusi berkas yang hilang,” pungkasnya. (*)
