Ibadah Jumat Agung GBT Lion Of Judah Mojokerto, Angkat Tema Kuserahkan Nyawa-Ku

Avatar of Redaksi
Ps Stefanus Gunawan mendoakan jemaat saat Ibadah Jumat Agung, Jumat (18/4/2025) (Innka / Kabarterdepan.com)
Ps Stefanus Gunawan mendoakan jemaat saat Ibadah Jumat Agung, Jumat (18/4/2025) (Innka / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, KabarTerdepan.com – Ibadah Jumat Agung di Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Lion Of Judah Mojokerto berlangsung khusyuk dengan mengangkat tema “Kuserahkan Nyawa-Ku”, Jumat (18/4/2025). Ratusan jemaat hadir dalam peringatan kematian Yesus Kristus di kayu salib.

Ibadah ini tidak hanya menjadi peringatan, tetapi juga refleksi tentang makna pengorbanan dan penyerahan diri secara sadar, sebagaimana tertulis dalam Lukas 23:46. Dalam suasana hening dan penuh haru, jemaat mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir.

“Ku Serahkan berarti menyerahkan secara sadar karena kehendak-Nya sendiri. Penyerahan ini bukan karena Ia kalah, tetapi dengan penuh kesadaran karena Ia menghendaki,” ujar Ps. Stevanus Gunawan di hadapan jemaat.

Menurut Ps. Stevanus Gunawan, banyak orang saat ini menyerah karena menjadi korban situasi atau keadaan. Namun, penyerahan yang benar adalah penyerahan secara sadar, bukan karena keterpaksaan.

“Ia menyerahkan nyawa-Nya bukan karena tidak mampu melawan, melainkan karena kasih. Yohanes 10:17-18 menjelaskan bahwa tidak seorang pun mengambil nyawa-Nya, melainkan Ia menyerahkan sendiri,” tambahnya.

Selain rangkaian doa dan renungan firman, ibadah ini juga diisi dengan pemutaran cuplikan film yang menggambarkan penderitaan dan penyaliban Tuhan Yesus. Adegan tersebut membuat suasana semakin mengharukan dan mengajak jemaat merenungkan kasih pengorbanan Sang Juru Selamat.

Beberapa penampilan pujian dari jemaat turut menambah kekhidmatan suasana. Lagu-lagu rohani yang dibawakan menyentuh hati dan membawa suasana penyembahan yang mendalam.

Rangkaian Ibadah Jumat Agung ini menjadi momentum bagi jemaat untuk memperkuat iman, serta mengingat kembali kasih Tuhan yang tak terbatas. Pengorbanan Yesus di kayu salib menjadi pengingat bahwa hidup harus dijalani dengan kesadaran dan penyerahan penuh kepada kehendak-Nya. (Innka/*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page