
Lifestyle, Kabarterdepan.com – Berikut beberapa contoh humor Gus Dur yang tetap mengandung pesan penting :
Humor Gus Dur
1. Sindir Pemuka Agama
Suatu hari, Gus Dur menceritakan sebuah kisah di mana para pemuka agama sedang menunggu di pintu surga.
Mereka protes karena merasa lebih layak untuk masuk surga, sementara seorang sopir Metro Mini yang tampaknya mabuk justru dipersilakan masuk.
Malaikat menjelaskan bahwa meskipun pemuka agama membawa nama Tuhan dan ayat-ayat-Nya, mereka tidak mampu membuat umatnya dekat dengan Tuhan, sementara sopir Metro Mini, meski dengan cara yang tidak terduga, selalu membuat penumpangnya ingat pada Tuhan.
Humor Gus Dur ini menyindir pemuka agama yang terkadang lebih fokus pada status sosial daripada menyentuh hati umat.
2. Kritik Kondisi Indonesia
Gus Dur pernah menceritakan sebuah situasi di mana seorang presiden asing mencoba melucu di depan orang Indonesia dengan pidatonya yang panjang.
Namun, penerjemah hanya menyampaikan beberapa kata dan seluruh audiens langsung tertawa. Ketika ditanya mengapa orang Indonesia tertawa, seseorang menjawab, “Karena kalian semua harus ketawa, yang tidak ketawa dihukum.”
Humor Gus Dur ini menggambarkan budaya masyarakat Indonesia yang cenderung mengikuti perintah tanpa benar-benar memahami maksudnya.

3. Humor Tentang Intel
Gus Dur pernah berbagi cerita tentang pengalamannya di masa Orde Baru, di mana setiap acara yang dihadirinya selalu diawasi oleh intel.
Suatu ketika, saat menghadiri forum para kiai, Gus Dur berbicara dalam bahasa Arab untuk mengelabui intel yang sedang mengawasi mereka.
Setelah acara selesai, intel melaporkan kepada komandannya bahwa tidak ada diskusi yang terjadi, hanya doa-doa. Humor ini menggambarkan ketegangan dan kewaspadaan di masa pemerintahan Orde Baru.
4. Diminta Mundur dari Jabatan Presiden
Gus Dur pernah mengisahkan sebuah kejadian di mana dirinya diminta untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden.
Dengan nada santai, Gus Dur menjawab, “Saya maju sendiri saja susah, harus dituntun, ini disuruh mundur.”
5. Humor Celana Dalam
Suatu kali, Gus Dur berada di Mesir dan berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia yang baru datang.
Ketika sedang menunggu wedang, Gus Dur dengan santainya membawa keluar celana dalam untuk digunakan sebagai alat pengelap gelas air yang disiapkan.
Mahasiswa baru yang kebingungan tetap meminum air tersebut meskipun tahu gelasnya telah dilap menggunakan celana dalam.
Ketika ditanya, Gus Dur menjelaskan bahwa celana dalam itu tidak ada bedanya dengan kain atau serbet, dan kita sering terjebak pada penampilan fisik tanpa memahami esensinya.
Melalui Humor Gus Dur, dirinya mampu menyampaikan pesan moral yang dalam dengan cara yang ringan dan menghibur, sekaligus mengajak orang untuk berpikir lebih kritis terhadap realitas sosial dan politik yang ada.
Gus Dur, atau KH Abdurrahman Wahid, memang dikenal sebagai sosok yang penuh inspirasi, terutama dalam memperjuangkan kesetaraan antar agama, suku, dan ras di Indonesia.
Namun, selain itu, beliau juga dikenal sebagai pribadi yang jenaka dan sering melontarkan guyonan dengan muatan kritikan yang tajam.
Humor-humor yang beliau sampaikan tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk menjaga keseimbangan hidup di tengah kenyataan yang pahit, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial maupun terhadap pemerintah.
Putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid, menyatakan bahwa melalui humor, pesan atau kritik yang terkandung di dalamnya dapat lebih mudah diterima oleh semua kalangan.
Bahkan, Gus Dur mampu membuat raja Arab Saudi tertawa dengan guyonannya, yang kemudian menjadi pemberitaan media pada waktu itu. Gus Dur memiliki kecerdasan luar biasa dalam menggunakan humor dengan spontanitas yang kaya makna. (Tantri*)
