Hujan Lebat Sebabkan Kemacetan Parah di Jembatan Gedeg Mojokerto

Avatar of Redaksi
1000046324 scaled
Kemacetan Parah di Jembatan Gedeg Kota Mojokerto (Tantri / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Di Jembatan Gedeg, Kota Mojokerto terjadi kemacetan parah bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sejak siang hari tadi, Selasa (14/1/2025). Curah hujan yang tinggi membuat genangan air di sejumlah ruas jalan, menghambat laju kendaraan yang melintas. Terutama di Jembatan Gedeg (Perempatan Utara Alun-Alun), kendaraan dari berbagai arah terpaksa melambat karena kondisi jalan yang licin dan terhalang oleh genangan air.

Petugas relawan jalanan setempat sedang melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurangi dampak kemacetan. Namun, meskipun upaya tersebut telah dilakukan, kemacetan tetap berlangsung hingga sore hari. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan memilih rute alternatif apabila memungkinkan, mengingat kondisi hujan diprediksi akan berlangsung beberapa jam ke depan. Para pengendara yang melintas diminta untuk tetap menjaga jarak aman dan waspada terhadap potensi kecelakaan akibat jalan licin.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Mojokerto memang seringkali menyebabkan kemacetan parah di sejumlah titik, salah satunya di perempatan Jembatan Gedeg faktor ruas jalan yang kecil. Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan genangan air di jalan-jalan utama, termasuk di perempatan yang menjadi jalur vital penghubung antar kecamatan di wilayah tersebut. Akibatnya, kendaraan yang melintas harus bergerak sangat pelan, bahkan beberapa kendaraan terpaksa berhenti total di tengah kemacetan.

Perempatan Jembatan Gedeg, yang sering menjadi titik rawan kemacetan pada hari-hari biasa, kini semakin parah dengan adanya genangan air yang menghambat pergerakan lalu lintas. Jalan yang licin dan terkadang tidak terlihat jelas karena tergenang air, membuat banyak pengendara merasa khawatir akan terjadinya kecelakaan. Selain itu, tingginya volume kendaraan yang melintas di sore hari juga turut memperburuk situasi.

Warga yang terjebak macet mengungkapkan mereka lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tujuan 5-10 menit. Oleh karena itu, perlu adanya himbauan dari pihak berwenang yang terkait untuk memberitahukan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati, mengingat kondisi cuaca yang diprediksi akan terus hujan hingga sore hari. Pengendara juga disarankan untuk memilih rute alternatif yang lebih aman dan tidak terlalu rawan kemacetan. Selain itu, penting bagi para pengemudi untuk menjaga jarak aman antar kendaraan dan memeriksa kondisi kendaraan mereka, terutama rem dan ban, agar dapat mengurangi risiko kecelakaan di jalan yang licin.

Kemacetan di perempatan Jembatan Gedeg menjadi peringatan bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk lebih siap dalam menghadapi potensi masalah transportasi yang disebabkan oleh cuaca buruk di masa yang akan datang. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page