
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Mojokerto sejak siang tadi menyebabkan terowongan di bawah rel kereta api (underpass) Benteng Pancasila terendam air. Akibatnya, akses jalan yang melewati terowongan tersebut terpaksa ditutup sementara untuk menghindari kecelakaan.
Kondisi terowongan yang terendam air ini mempengaruhi arus lalu lintas di beberapa area sekitar, menyebabkan kemacetan di sejumlah titik. Warga yang berada di dekat lokasi membantu memberikan peringatan mengalihkan jalur kendaraan yang hendak melewati, ke rute alternatif untuk mengurangi dampak kemacetan.
Namun, tetap ada sejumlah pengendara motor nekat menerobos genangan di underpass Benteng Pancasila aksi berani tersebut berakhir dengan kekecewaan setelah beberapa motor mogok di tengah jalan akibat terendam air yang cukup tinggi. Mereka terpaksa menghentikan perjalanan mereka setelah mesin kendaraan mati akibat terkena air yang masuk ke sistem kelistrikan motor.
Menurut warga sekitar, kejadian serupa bukanlah yang pertama kalinya. Beberapa tahun terakhir, underpass tersebut memang sering kali tergenang air setiap kali hujan deras turun. Warga setempat menyatakan bahwa drainase yang tidak optimal dan penurunan permukaan tanah menjadi penyebab utama terjadinya banjir di lokasi tersebut.
Beberapa pengendara terlihat kesulitan mencari tempat berteduh dan mengalihkan kendaraannya ke sisi jalan yang lebih aman. Masyarakat dihimbau untuk menghindari kawasan banjir jika tidak mendesak dan selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian dalam cuaca ekstrem. Banjir yang menggenangi jalan underpass sebagai penghubung ini menghambat arus lalu lintas dan memicu kekhawatiran warga serta pengendara yang kerap melewati area tersebut.
Kondisi ini semakin memperburuk kenyamanan warga, yang berharap agar pemerintah segera menemukan solusi permanen untuk mengatasi masalah banjir di underpass yang sudah sering terjadi. Kedepannya, diharapkan ada langkah-langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat pentingnya underpass tersebut sebagai jalur utama penghubung di kota. (Tantri*)
